Satpol PP Surabaya bakal memperketat pengawasan di sejumlah titik yang rawan aksi vandalisme, khususnya di kawasan Gubeng. Pasalnya, area tersebut kerap menjadi sasaran coretan liar, bahkan menimpa mural yang sudah ada.
Aksi vandalisme dinilai meresahkan masyarakat karena mengganggu estetika serta kebersihan kota. Untuk itu, Satpol PP bersama Polrestabes Surabaya menggencarkan langkah penanganan sekaligus pencegahan.
Kepala Satpol PP Surabaya Achmad Zaini mengatakan, upaya pengawasan membutuhkan dukungan dari masyarakat. Warga diminta turut melaporkan jika menemukan aksi vandalisme.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang pertama memang kita membutuhkan partisipasi masyarakat ya, info apapun dan kita butuh partisipasi masyarakat minimal menginfokan di situ ada vandalisme," kata Zaini saat dihubungi detikJatim, Senin (13/4/2026).
Zaini menjelaskan, setiap laporan yang masuk akan langsung ditindaklanjuti oleh tim gabungan lintas instansi yang tergabung dalam Tim Asuhan Rembulan.
"Dari Satpol, BPBD, Damkar, Polres, dan Koramil itu langsung tidak lanjut kalau ada aduan vandalisme dan sebagainya," jelasnya.
Selain menunggu laporan, petugas juga rutin melakukan patroli di sejumlah titik rawan vandalisme untuk mencegah aksi serupa terulang.
"Termasuk kalau enggak ada aduan buat kawan-kawan muter itu tiap hari," ujarnya.
Pengawasan juga diperkuat dengan pemanfaatan kamera pengawas (CCTV). Jika terdeteksi aktivitas mencurigakan, petugas akan segera menuju lokasi.
"Ada ada CCTV. Jadi pemantauan juga dari CCTV jika ada yang mencurigakan langsung disamperin sama petugas," pungkasnya.
