Biaya Haji Reguler 2026, Syarat hingga Prosedur Pendaftaran

Biaya Haji Reguler 2026, Syarat hingga Prosedur Pendaftaran

Chilyah Auliya - detikJatim
Senin, 13 Apr 2026 16:45 WIB
Ilustrasi ibadah haji dan umrah
Ilustrasi ibadah haji. Foto: dok. detikcom
Surabaya -

Menunaikan ibadah haji bukan hanya soal kesiapan iman, tetapi juga perencanaan yang matang di tengah dinamika global. Memasuki tahun 2026, antrean haji reguler masih menjadi tantangan besar dengan masa tunggu yang bisa mencapai puluhan tahun.

Karena itu, penting bagi calon jemaah untuk memahami aturan terbaru sekaligus menyiapkan diri sejak dini. Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) terus menyesuaikan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) agar tetap seimbang antara kualitas layanan dan keberlanjutan dana haji.

Di tengah fluktuasi nilai tukar dan perubahan biaya operasional di Arab Saudi, mengetahui rincian biaya haji 2026 jadi hal yang wajib. Yuk, simak informasi lengkap mulai dari biaya haji reguler 2026, syarat, hingga prosedur pendaftarannya!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Syarat Haji

Haji merupakan rukun Islam kelima yang wajib dilaksanakan setiap muslim yang telah mampu secara fisik maupun finansial, setidaknya sekali seumur hidup. Ibadah ini dilaksanakan di Mekkah pada bulan Dzulhijjah, dan meliputi serangkaian ritual khusus, seperti wukuf di Arafah, tawaf, hingga lempar jumrah.

ADVERTISEMENT

Untuk dapat mendaftar sebagai calon jemaah haji, ada beberapa syarat utama yang harus dipenuhi. Berikut syarat-syarat yang perlu diperhatikan setiap umat Islam yang berniat ibadah ke tanah suci.

  • Beragama Islam
  • Dewasa (baligh)
  • Berakal sehat
  • Mampu secara fisik dan finansial
  • Memiliki mahram (bagi perempuan)

Jenis Haji

Di Indonesia, seluruh penyelenggaraan ibadah haji dikelola Kementerian Agama (Kemenag) guna memastikan prosesnya berjalan tertib, aman, dan sesuai syariat. Dalam pelaksanaannya, pemerintah menyediakan dua jenis layanan haji yang bisa dipilih calon jemaah sesuai kebutuhan dan kemampuan.

Haji reguler merupakan penyelenggaraan standar dengan fasilitas yang telah ditetapkan pemerintah, sementara haji khusus menawarkan layanan tambahan dengan fasilitas yang lebih eksklusif. Perbedaan ini umumnya terletak pada biaya, masa tunggu, serta kenyamanan selama menjalankan ibadah di tanah suci.

Biaya Haji Reguler 2026

BPIH menjadi komponen utama yang perlu dipahami calon jemaah sebelum berangkat ke tanah suci. Besarannya ditetapkan pemerintah setiap tahun dan bisa berubah mengikuti kondisi ekonomi global, termasuk fluktuasi nilai tukar rupiah.

BPIH sendiri merupakan total biaya keseluruhan operasional haji per jemaah. Dari jumlah tersebut, terdapat Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) yang menjadi porsi pembayaran langsung oleh calon jemaah, sementara sisanya disubsidi dari nilai manfaat.

Dengan memahami rincian ini, calon jemaah bisa lebih siap secara finansial dan tidak kaget dengan skema pembiayaan haji yang berlaku. Berikut biaya hari reguler 2026 lengkap dengan komponen biayanya.

BPIH: Rp 87.409.366

Bipih: Rp 54.193.807

  • Biaya Transportasi: Rp 32.912.885, untuk tiket pesawat pulang pergi Indonesia-Arab Saudi
  • Biaya Akomodasi Makkah: Rp 14.108.921, untuk biaya penginapan selama di Makkah
  • Biaya Akomodasi Madinah: Rp 3.872.000, untuk biaya penginapan selama di Madinah
  • Biaya Kehidupan: Rp 3.300.000, untuk makan sehari-hari
  • Biaya Visa: Termasuk dalam Bipih, untuk pengurusan visa haji ke Arab Saudi

Nilai Manfaat: Rp 33.215.559

Nilai Manfaat (NM) adalah dana yang diperoleh dari hasil pengembangan keuangan haji yang dilakukan melalui penempatan dan investasi yang dilakukan BPKH. Nilai Manfaat terdiri dari komponen biaya berikut.

  • Biaya penyelenggaraan Haji di Arab Saudi
  • Komponen biaya penyelenggaraan haji di dalam negeri

Syarat Dokumen Daftar Haji Reguler 2026

Setelah memenuhi syarat dasar, calon jemaah juga perlu menyiapkan sejumlah dokumen penting untuk proses pendaftaran haji reguler 2026. Kelengkapan dokumen ini wajib dipenuhi sebelum datang ke bank atau kantor Kemenag agar proses pendaftaran berjalan lancar tanpa kendala. Berikut daftar lengkapnya.

Dokumen Identitas

  • KTP asli dan fotokopi (2 lembar)
  • Kartu Keluarga asli dan fotokopi (2 lembar)
  • Paspor (jika sudah memiliki)
  • Akta Kelahiran (untuk verifikasi usia)

Dokumen Foto

  • Pas foto 3x4 (5 lembar, latar belakang putih)
  • Pas foto 4x6 (5 lembar, latar belakang putih)
  • Foto harus terbaru (max 6 bulan)
  • Tidak menggunakan kacamata hitam

Dokumen Keuangan

  • Buku Tabungan Bank Syariah
  • Bukti setor biaya pendaftaran
  • NPWP (jika ada)
  • Slip gaji atau surat keterangan penghasilan

Dokumen Mahram (Perempuan)

  • Akta Nikah (bagi yang sudah menikah)
  • Surat Keterangan Mahram dari Kelurahan
  • KTP dan KK mahram yang mendampingi
  • Bukti hubungan kekerabatan dengan mahram

Dokumen Kesehatan

  • Surat Keterangan Sehat dari dokter
  • Hasil pemeriksaan laboratorium
  • Sertifikat vaksinasi meningitis
  • Riwayat kesehatan lengkap

Dokumen Lainnya

  • Formulir pendaftaran yang telah diisi
  • Surat pernyataan kesanggupan biaya
  • Surat izin dari instansi (bagi PNS/TNI/POLRI)
  • Materai secukupnya

Prosedur Pendaftaran Haji Reguler 2026

Setelah semua syarat dan dokumen terpenuhi, calon jemaah dapat mulai mengikuti prosedur pendaftaran haji reguler 2026. Proses ini dilakukan secara bertahap melalui bank penerima setoran dan Kemenag hingga mendapatkan nomor porsi keberangkatan. Berikut langkah-langkah yang perlu dilakukan.

Persiapan Dokumen

Sebelum memulai proses pendaftaran haji reguler 2026, calon jemaah perlu menyiapkan seluruh dokumen yang dibutuhkan. Kelengkapan dokumen ini penting untuk memastikan proses di bank dan Kemenag berjalan lancar tanpa kendala. Berikut dokumen yang perlu disiapkan.

  • KTP asli dan fotokopi
  • Kartu Keluarga asli dan fotokopi
  • Buku Tabungan Bank Syariah
  • Pas foto terbaru ukuran 3x4 dan 4x6
  • Akta nikah/surat keterangan mahram (bagi perempuan)

Pendaftaran ke Bank Penerima Setoran

Setelah dokumen lengkap, calon jemaah dapat melanjutkan proses pendaftaran dengan mendatangi Bank Penerima Setoran (BPS) yang telah ditunjuk pemerintah. Pada tahap ini, jemaah akan melakukan pengisian formulir, penyerahan dokumen, hingga setoran awal untuk mendapatkan nomor porsi haji.

  • Datang langsung ke BPS terdekat
  • Serahkan dokumen persyaratan
  • Isi formulir pendaftaran dengan lengkap
  • Setorkan biaya pendaftaran awal (BPIH)
  • Terima nomor porsi haji

Pembayaran BPIH

Setelah mendapatkan nomor porsi, calon jemaah perlu melakukan pelunasan BPIH sesuai ketentuan yang berlaku. Pembayaran dilakukan melalui bank penerima setoran dan dapat dilakukan secara bertahap maupun sekaligus, dengan batas waktu pelunasan yang telah ditetapkan sebelum keberangkatan.

  • Dapat dicicil atau dilunasi sekaligus
  • Melalui Bank Penerima Setoran
  • Pantau perkembangan saldo melalui aplikasi
  • Lunasi sebelum masa keberangkatan

Verifikasi dan Validasi Data

Setelah proses pembayaran, data calon jemaah akan diverifikasi Kemenag untuk memastikan seluruh persyaratan telah terpenuhi. Tahap ini meliputi pengecekan dokumen, validasi identitas, serta pemeriksaan kesehatan awal guna memastikan kesiapan jemaah sebelum masuk tahap selanjutnya.

  • Verifikasi dokumen persyaratan
  • Validasi data calon jamaah
  • Pemeriksaan kesehatan awal
  • Konfirmasi status keberangkatan

Manasik Haji

Calon jemaah wajib mengikuti bimbingan manasik haji yang diselenggarakan Kemenag sebagai bekal sebelum berangkat ke tanah suci. Dalam kegiatan ini, jemaah akan mendapatkan pemahaman tentang tata cara ibadah haji, hingga informasi penting terkait keselamatan selama menjalankan ibadah.

  • Materi ibadah dan rukun haji
  • Praktik pelaksanaan ibadah
  • Pengenalan lokasi dan fasilitas
  • Bimbingan kesehatan dan keamanan
  • Wajib diikuti oleh semua calon jamaah

Keberangkatan

Tahap akhir adalah persiapan keberangkatan ke tanah suci. Pada fase ini, calon jemaah akan menjalani pemeriksaan kesehatan akhir, menerima perlengkapan haji, serta mengikuti pengarahan sebelum berangkat. Selanjutnya, jemaah akan diberangkatkan sesuai jadwal kloter yang telah ditentukan.

  • Pemeriksaan kesehatan akhir
  • Pengambilan perlengkapan haji
  • Briefing keberangkatan
  • Berangkat sesuai jadwal kloter



(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads