Kapolres Bojonegoro AKBP Afrian Satya Permadi menunjukkan kepedulian terhadap Daffa Ardian Pratama, bocah SD asal Desa Growok, Kecamatan Dander. Meski baru berusia 9 tahun ketertarikan bocah itu dalam hal elektronik membuatnya mahir mereparasi sejumlah peralatan.
Orang nomor satu di Polres Bojonegoro itu berkunjung ke rumah Daffa untuk memberikan dukungan langsung kepada Daffa yang memiliki kemampuan intelektual di atas rata-rata anak seusianya.
AKBP Afrian tidak datang sendiri, ia didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Bojonegoro, Dita Afrian, jajaran Forkopimca Dander, serta Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kehadiran rombongan disambut hangat oleh orang tua Daffa, Andik Sujianto, dan Lusy Ardiana. Sebagai bentuk apresiasi atas bakat luar biasa yang dimiliki bocah kelas 3 SDN 1 Dander tersebut, Kapolres memberikan hadiah berupa satu unit laptop baru.
Begitu menerima hadiah, Daffa langsung melakukan unboxing dan mengecek spesifikasi laptop dengan cekatan. Momen tersebut menarik perhatian Kapolres yang kemudian sempat berdialog mengenai komponen teknologi dengan Daffa.
Afrian mengakui bahwa potensi seperti yang dimiliki Daffa merupakan aset berharga bagi masa depan bangsa, terutama di tengah perkembangan teknologi kecerdasan buatan.
"Alhamdulillah ternyata di Bojonegoro kita mempunyai anak yang berbakat tentu saja ini perlu kita jaga dan kita bimbing ke arah yang baik. Tantangan masa depan yaitu otomatisasi maupun AI membutuhkan anak-anak bangsa yang cerdas seperti Daffa. Tugas kita bersama untuk membimbing Daffa ke arah yang baik sehingga nanti bisa mengisi masa Indonesia Emas pada 2045 yang cerdas dan bermanfaat," ujar AKBP Afrian Satya Permadi kepada detikJatim, Sabtu (11/4/2026).
Lebih lanjut, Afrian juga menyoroti kemampuan Daffa yang sempat meracik bubuk mercon sederhana. Ia menegaskan pentingnya pengawasan ketat dari semua pihak agar kemampuan teknis tersebut tidak disalahgunakan.
Menurutnya, bimbingan harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari lingkungan keluarga hingga pemantauan aktivitas di media sosial, agar tumbuh kembang Daffa tetap berada di jalur yang tepat.
Sementara itu, Kepala SDN 1 Dander, Nanik Yuni Prasetyani, mengakui bahwa mendidik Daffa menjadi tantangan tersendiri bagi pihak sekolah. Meski mampu mengikuti pelajaran formal dengan baik, minat dan bakatnya di bidang teknologi dinilai sudah melampaui kurikulum sekolah dasar pada umumnya.
"Kemampuan Daffa itu memang di luar kurikulum yang kami miliki dan membutuhkan metode pembelajaran khusus. Sebenarnya juga perlu pendamping yang khusus sehingga dapat mewadahi kemampuan ananda Daffa. Jadi yang kami sediakan untuk Daffa adalah memfasilitasi sesuai kemampuan kami yang ada di sekolah," tutur Nanik.
Hingga saat ini, Daffa terus menjadi perhatian publik di Bojonegoro. Orang tuanya berharap adanya pola pendidikan yang tepat agar kecerdasan istimewa yang dimiliki putra mereka dapat terasah secara maksimal tanpa menghilangkan masa kanak-kanaknya.
Kunjungan dari Polres Bojonegoro dan Dinas Pendidikan ini diharapkan menjadi pemantik bagi instansi lain untuk turut memberikan pendampingan.
