Sidak Proyek Sekolah Rakyat di Nganjuk, Menteri PU Ngamuk

Sidak Proyek Sekolah Rakyat di Nganjuk, Menteri PU Ngamuk

Bakrie - detikJatim
Sabtu, 11 Apr 2026 17:45 WIB
Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo ngamuk ke anak buahnya yang mengerjakan sekolah rakyat di Nganjuk.
Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo ngamuk ke anak buahnya yang mengerjakan sekolah rakyat di Nganjuk. (Foto: Bakrie/detikJatim)
Nganjuk -

Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo mengamuk saat sidak pembangunan sekolah rakyat Kabupaten Nganjuk. Menteri Dody tiba-tiba meluapkan emosi saat baru tiba di lokasi kunjungan kedua di proyek pembangunan gedung Sekolah Rakyat, Desa Balonggebang, Kecamatan Gondang, pada Sabtu (11/4) pukul 11.30 WIB.

Begitu masuk gerbang proyek, Dody yang tampil nyentrik mengenakan sarung langsung menegur salah satu pegawai dari Direktorat Jenderal Prasarana Strategis (DJPS) bernama A Akhbar.

"Itu alasan bodoh. Nggak boleh kamu bicara seperti itu. Begitu pekerjaan ini kamu terima, itu tanggung jawabmu. Alasan bodoh itu, benar-benar bodoh itu," kata Dody kepada yang bersangkutan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nada bicara Dody tinggi sambil berkali-kali menunjuk wajah bawahannya. Dody juga menyinggung soal komitmen dan kesanggupan pegawainya. Dengan nada yang masih emosi dia menyebut bila dia memang tidak sanggup mengerjakan, maka seharusnya dari awal mengaku saja.

ADVERTISEMENT
Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo ngamuk ke anak buahnya yang mengerjakan sekolah rakyat di Nganjuk.Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo ngamuk ke anak buahnya yang mengerjakan sekolah rakyat di Nganjuk. (Foto: Bakrie/detikJatim)

"Itu tanggung jawabmu. Kalau kamu memang nggak sanggup Juni, ya bilang nggak sanggup," ucap Dody.

Sang pegawai hanya bisa diam mendengarkan dengan wajah tegang, sambil sesekali mengangguk dan mengucapkan, "Baik Pak,'" kata pegawai itu.

Usai marah-marah, Dody bergegas balik kanan lalu masuk ke dalam mobil. Ia tak jadi meninjau lokasi dalam proyek. Tak sampai 5 menit, iring-iringan kemudian meninggalkan lokasi.

Belum diketahui pasti apa permasalahan yang memicu amarah Dody. Namun sumber kemarahan itu diduga terkait progress pembangunan gedung Sekolah Rakyat yang tidak sesuai target.

Untuk diketahui, pembangunan gedung Sekolah Rakyat di Nganjuk dilaksanakan Kementerian PU berkolaborasi dengan Kementerian Sosial. Biayanya bersumber dari APBN 2026 dengan nilai total Rp 911 miliar untuk pembangunan Sekolah Rakyat di Nganjuk, Ngawi, Madiun, dan Pacitan. Adapun kontraktor pembangunannya adalah PT Brantas Abipraya.



(ihc/dpe)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads