Hujan deras yang mengguyur kawasan Gunung Semeru mengakibatkan banjir lahar ke sejumlah daerah aliran sungai (DAS). Terutama yang berhulu dari gunung tertinggi di Jawa itu.
Banjir lahar juga sempat terekam alat seismograf di Pos pengamatan gunung Semeru dengan amplitudo maksimum 30 mm. Hingga kini, status Semeru masih level tiga atau siaga.
Banjir lahar Gunung Semeru terpantau terjadi di Sungai Besuk Kobokan serta Kali Lanang, Desa Supit Urang, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kabid Kedaruratan BPBD Lumajang Yudhi Cahyono menghimbau kepada warga yang berada di sekitar bantaran sungai untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat banjir lahar.
"Kami mengimbau agar masyarakat di sekitar DAS waspada saat terjadi banjir lahar," ujar Yudhi kepada detikJatim Kamis (9/4/2026).
Selain itu, para penambang pasir dan batu juga diminta menghentikan pekerjaannya jika terjadi banjir lahar Semeru karena bisa membahayakan keselamatan.
"Bagi penambang agar menghentikan aktifitasnya saat terjadi banjir lahar," pungkas Yudhi.
(auh/abq)











































