Seorang nenek berusia 91 tahun asal Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, akhirnya mendapat kesempatan menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci. Penantian panjang sejak muda itu kini terbayar setelah melalui perjuangan dan pengorbanan yang tidak sederhana.
Siti Robiah, warga Dusun Jatisari, Desa Prajegan, menjadi calon jemaah haji tertua asal Ponorogo tahun 2026. Nenek yang akrab disapa Mbah Robiah itu dijadwalkan berangkat pada 26 April.
Di usia senjanya, Mbah Robiah mengaku bahagia bisa mewujudkan impiannya pergi ke Tanah Suci. Ia bahkan mengaku sudah lupa kapan pertama kali mendaftar haji.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Iya senang mau berangkat haji, tidak ingat daftar tahun berapa. Rencana dulu mau umrah, tapi adik saya bilang jangan umrah, haji saja. Daftar haji dari menjual tanah," ujar Siti Robiah, Kamis (9/4/2026).
Perjalanan hidup Mbah Robiah terbilang penuh perjuangan. Sejak muda, ia bekerja serabutan demi bertahan hidup sekaligus menabung biaya haji. Mulai dari bertani, menjadi buruh, hingga berjualan arang dan buah di pasar.
Ia juga mengumpulkan uang sedikit demi sedikit dari hasil jualan kayu dan arang. Bahkan, demi mewujudkan niat berhaji, ia rela menjual sebidang tanah miliknya.
"Jualan kayu buat makan, terus mengumpulkan uang juga dari arang untuk beli tanah," tambahnya.
Namun, proses menuju keberangkatan tidak berjalan mulus. Saat pendaftaran pada Juli 2020, Mbah Robiah sempat mengalami kendala saat perekaman sidik jari karena faktor usia.
Cucu Mbah Robiah, Binti Masruroh mengatakan, kondisi jari sang nenek yang sudah bengkok membuat proses tersebut sempat terkendala.
"Sidik jari, karena sudah bengkok jarinya. Mbah daftar tahun 2020, memang beliau ingin haji karena diajak adiknya," kata Binti.
Meski demikian, dengan kesabaran dan bantuan petugas, proses pendaftaran akhirnya dapat diselesaikan. Keluarga pun merasa terharu dan bersyukur atas kesempatan yang didapat Mbah Robiah tahun ini.
"Perasaannya terharu semua keluarga. Kalau tidak berangkat tahun ini, maunya umroh dulu. Jadi sekarang mbah jaga kesehatan, rajin jalan-jalan," imbuhnya.
Menurut Binti, selama ini Mbah Robiah tidak menabung dalam bentuk uang atau emas. Sebagai seorang janda, ia memilih menginvestasikan hasil kerjanya dengan membeli tanah di sekitar rumah.
"Mbah itu tani, buruh, juga jualan arang di pasar. Jualan buah srikaya dan sayur juga. Uangnya dikumpulkan buat makan, tidak menabung emas atau uang, tapi beli tanah di sebelah rumah," jelasnya.
Meski sudah berusia lanjut, kondisi kesehatan Mbah Robiah terbilang stabil. Keluarga pun optimistis ia mampu menjalankan rangkaian ibadah haji dengan lancar.
Rencananya, Mbah Robiah akan berangkat bersama 565 jemaah haji asal Ponorogo yang dijadwalkan dilepas dari Pendopo Kabupaten Ponorogo.
(auh/hil)
