Jalan Ambles di Nganjuk Makin Parah, Tinggal 1 Meter dari Rumah Warga

Jalan Ambles di Nganjuk Makin Parah, Tinggal 1 Meter dari Rumah Warga

Bakrie - detikJatim
Kamis, 09 Apr 2026 07:18 WIB
Jalan amblas akibat longsor di Kedungdowo, Nganjuk
Jalan amblas akibat longsor di Kedungdowo, Nganjuk. (Foto: Bakrie/detikJatim)
Nganjuk -

Jalan aspal di Desa Kedungdowo, Kecamatan/Kabupaten Nganjuk, amblas akibat longsor. Kerusakan terus bertambah setiap turun hujan deras.

Pantauan detikJatim Kamis (8/4/2026), jarak bibir longsor kini hanya sekitar satu meter dari teras rumah warga di sisi utara. Sementara jalan aspal yang ambles juga semakin panjang, sekitar 50 meter.

Ruswanto (37), salah satu warga yang tinggal dekat lokasi mengatakan, tebing sungai di sisi selatan jalan terus tergerus arus air, saat hujan deras mengguyur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peristiwa amblas yang terbaru terjadi seminggu lalu, dan setiap hari terus turun.

"Sekitar semingguan ini cepat sekali tergerus. Kalau hujan deras pasti amblas lagi," ujar Ruswanto.

ADVERTISEMENT

Awalnya longsor terjadi bertahap sejak sebulan lalu. Intensitas hujan tinggi membuat kondisi semakin parah.

Sumadi (50), warga setempat lainnya menambahkan, warga mengaku waswas karena jarak longsoran semakin dekat.

"Yang paling dekat itu teras rumah saya," ujar Sumadi.

Setidaknya ada sembilan rumah warga yang berjejer di sisi selatan jalan amblas. Sedangkan jumlah warga yang menghuni sekitar 30 orang.

Selain mengancam permukiman, jalan tersebut merupakan akses alternatif warga Kedungdowo menuju wilayah Desa Gempol dan Mungkung Kecamatan Rejoso, serta menuju ke Nganjuk kota.

Anggota DPRD Nganjuk, Marianto meninjau lokasi jalan longsor dan ambles tersebut pada Rabu siang (8/4/2026).

Menurut Marianto, kejadian ini termasuk kategori bencana alam. Sehingga ia meminta warga melalui pemerintah desa segera mengajukan laporan ke BPBD.

"Kami juga sudah koordinasi dengan Kepala BPBD Nganjuk agar penanganan darurat segera dilakukan," ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan Marianto, penanganan darurat akan difokuskan pada pemasangan bronjong kawat dan penimbunan material sirtu di titik longsor.

Adapun perbaikan permanen direncanakan paling cepat melalui Perubahan APBD 2026 atau tahun depan.

"Perbaikan permanen juga akan mencakup jembatan Kedungdowo di dekat lokasi yang ambruk sejak 30 November 2025 lalu," pungkas Marianto.



(auh/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads