Hujan deras yang mengguyur kawasan Gunung Semeru mengakibatkan banjir lahar ke sejumlah daerah aliran sungai yang berhulu dari Gunung Semeru, Rabu (8/4/2026). Hingga kini, status Gunung Semeru masih level tiga atau siaga.
Banjir lahar Gunung Semeru terjadi di Sungai Besuk Kobokan serta Kali Lanang, Desa Supit Urang, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sungai Besuk Kobokan dan Kali Lanang ini merupakan salah sungai yang dialiri banjir lahar Gunung Semeru.
Banjir lahar juga sempat terekam alat seismograf di Pos pengamatan Gunung Semeru dengan amplitudo maksimum 38 mm.
Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Kabupaten Lumajang, menghimbau kepada warga yang berada di sekitar bantaran sungai untuk meningkatkan kewaspadaan saat terjadi banjir lahar Gunung Semeru.
Baca juga: Semeru Sempat Erupsi Disertai Banjir Lahar |
"Bagi warga yang berada di sekitar bantaran sungai, himbauannya waspada saat terjadi banjir lahar," ujar Kabid Kedaruratan BPBD Kab. Lumajang, Yudhi Cahyono, kepada detikJatim, Rabu (8/4/2026).
Selain itu, para penambang pasir dan batu juga diminta menghentikan aktifitas pertambang jika terjadi banjir lahar Gunung Semeru karena bisa membahayakan keselamatan.
"Selain itu bagi penambang agar menghentikan aktifitasnya saat terjadi banjir lahar," pungkas Yudhi.
