Di awal tahun ini, per 31 Maret 2026, Dinas Kesehatan (Dinkes) Nganjuk mencatat 14 kasus suspek campak muncul di Kabupaten Nganjuk.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Nganjuk, Latifah Hanim mengatakan, dari 14 kasus suspek tersebut sampai saat ini masih menunggu hasil laboratorium Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLM) Surabaya.
"Untuk memastikan apakah kasusnya positif atau negatif campak," ujar Latifah, Selasa (7/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada Tahun 2025, lanjut Latifah, dari 54 kasus suspek tercatat sebanyak 6 kasus positif, yakni 4 positif campak dan 2 positif rubella.
"Tahun 2023 tercatat tiga kasus positif, lalu 2024 sempat nol kasus. Namun Tahun 2025 kemarin meningkat menjadi enam kasus. Sedangkan untuk Tahun 2026 ini masih dalam tahap suspek," ujarnya.
Pada 2025, kasus positif campak ditemukan di empat kecamatan, yakni Berbek, Gondang, Nganjuk, dan Sawahan. Sementara itu, kasus rubella terdeteksi di Kecamatan Pace dan Nganjuk.
"Kasus campak yang terkonfirmasi sebanyak empat orang dengan rentang usia 0 hingga 9 tahun. Sedangkan rubella ada dua kasus pada usia 20 sampai 29 tahun," tambah Latifah.
Menurutnya, peningkatan kasus ini menjadi alarm penting bagi masyarakat untuk tidak menunda imunisasi. Apalagi, saat ini terjadi peningkatan kasus campak dan KLB campak di beberapa kabupaten/kota di Jawa Timur.
Sebagai langkah pencegahan, Dinkes Nganjuk menggelar imunisasi kejar campak serentak yang berlangsung mulai 9 Maret hingga 18 April 2026. Program ini menyasar anak usia 9 hingga 59 bulan yang belum mendapatkan imunisasi campak lengkap.
"Imunisasi ini penting untuk membentuk kekebalan kelompok. Kami mengimbau para orang tua segera membawa anaknya ke posyandu atau puskesmas terdekat," ujarnya.
Selain imunisasi, Dinkes Nganjuk juga melakukan pelacakan kasus, penyelidikan epidemiologi, serta edukasi kepada masyarakat terkait gejala dan pencegahan campak dan rubella.
"Upaya pencegahan harus dilakukan bersama. Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan agar kasus campak tidak terus bertambah," pungkasnya.
(auh/abq)











































