Blak-blakan PT GWS Sidoarjo Usai Ledakan Dahsyat Tewaskan 1 Pekerja

Blak-blakan PT GWS Sidoarjo Usai Ledakan Dahsyat Tewaskan 1 Pekerja

Suparno - detikJatim
Senin, 06 Apr 2026 20:10 WIB
HRD PT GWS, Hery Prasetyo
HRD PT GWS, Hery Prasetyo (Foto: Suparno/detikJatim)
Sidoarjo -

Ledakan terjadi di area scrap yard PT Great Wall Steel (GWS), Desa Janti, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Senin (6/4/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. Peristiwa ini diduga terjadi saat proses pemotongan besi tua menggunakan las blender.

Akibat kejadian tersebut, tiga orang menjadi korban. Dua pekerja mengalami luka berat, sementara satu orang lainnya yang merupakan kernet dilaporkan meninggal dunia saat dalam perjalanan ke rumah sakit.

HRD PT GWS, Hery Prasetyo, menjelaskan bahwa ledakan diduga berasal dari material besi tua yang tidak diketahui mengandung benda berbahaya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hari ini memang terjadi insiden di PT Great Wall Steel. Dari informasi awal, ledakan terjadi saat pemotongan besi tua di area scrap yard. Diduga ada material yang tidak teridentifikasi di dalam besi tersebut hingga memicu ledakan," saat prescon, Senin (6/4/2026).

ADVERTISEMENT

Menurut Hery, besi tua tersebut berasal dari berbagai supplier sehingga pihak perusahaan belum bisa memastikan asal material yang memicu ledakan.

"Kami menerima besi tua dari banyak supplier. Saat dipotong, ternyata ada bagian yang meledak tanpa diketahui sebelumnya," tambahnya.

Ia menegaskan, berdasarkan pemeriksaan awal tim Gegana dan Inafis, ledakan tersebut bukan berasal dari bahan peledak militer.

"Dari analisa awal, ini bukan bom atau bahan peledak militer. Kalau itu, pasti ada kerusakan besar di sekitar lokasi. Faktanya, tidak ada kerusakan signifikan pada bangunan maupun fasilitas pabrik," jelasnya.

Korban meninggal diketahui merupakan kernet yang berada cukup jauh dari titik ledakan, yakni lebih dari 50 meter. Namun nahas, serpihan material mengenai tubuh korban.

"Ada satu korban dari pihak eksternal, diduga kernet, posisinya cukup jauh tapi terkena serpihan. Yang bersangkutan meninggal dunia di rumah sakit," ungkap Hery.

Sementara itu, dua pekerja yang berada di lokasi pemotongan mengalami luka berat dan saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Selain korban jiwa, ledakan juga menyebabkan kerusakan ringan pada beberapa rumah warga di sekitar pabrik.
"Ada sekitar empat rumah warga yang mengalami kerusakan ringan. Kami sudah koordinasi dengan kepala desa untuk pendataan dan perusahaan siap bertanggung jawab," tegasnya.

Hery menambahkan, perusahaan selama ini telah menerapkan standar keselamatan kerja (K3) dan menempatkan proses pemotongan besi di area terbuka untuk meminimalisir risiko.

"Prosedur K3 sudah kami jalankan, termasuk penggunaan alat pelindung diri. Namun karena material dari luar tidak selalu bisa terdeteksi, kejadian ini di luar dugaan," pungkasnya.

Saat ini, penyebab pasti ledakan masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian dan tim laboratorium forensik.

Sebelumnya, warga di kawasan perbatasan Sidoarjo dan Surabaya dikejutkan dengan suara dentuman keras misterius yang menggelegar pada Senin (6/4/2026) sebelum Asar. Suara yang menyerupai ledakan bom tersebut dilaporkan terdengar di sejumlah titik mulai dari kawasan Waru, Wage, Rewwin, Sidoarjo, hingga merembet ke wilayah Surabaya Selatan seperti Menanggal, Kutisari dan Jalan Ahmad Yani.

Keresahan warga semakin memuncak setelah muncul laporan adanya benda asing berupa besi panas yang terjatuh di pemukiman warga di kawasan Janti, Sidoarjo. Selain suara yang memekakkan telinga, warga juga mencium bau menyengat menyerupai bubuk mesiu sesaat setelah dentuman tersebut terjadi.



(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads