Satu Orang Meninggal Akibat Ledakan Dahsyat di Waru Sidoarjo

Satu Orang Meninggal Akibat Ledakan Dahsyat di Waru Sidoarjo

Aprilia Devi - detikJatim
Senin, 06 Apr 2026 17:41 WIB
Evakuasi korban ledakan di Waru, Sidoarjo
Suasana di Pabrik PT GWS di Waru, Sidoarjo saat evakuasi korban usai terjadinya ledakan. (Foto: Istimewa)
Sidoarjo -

Ledakan keras yang terjadi akibat aktivitas pengelasan besi di PT Great Wall Steel (GWS) di Janti, Waru menyebabkan 2 orang dilarikan di rumah sakit. Satu di antaranya dipastikan meninggal akibat ledakan tersebut.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Christian Tobing mengonfirmasi bahwa dari 2 orang korban ledakan tersebut, satu di antaranya dinyatakan meninggal. Dia menyebutkan peristiwa itu terjadi saat pemotongan besi dengan las blender dilakukan oleh 3 orang.

"Pada saat pemotongan besi tua menggunakan las blender ada terjadi ledakan dari besi. Kemudian satu korban juga atas nama inisial R terkonfirmasi meninggal," ujar Kapolresta Sidoarjo Kombes Christian Tobing kepada wartawan, Senin (6/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ini polisi masih melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian.

"Polresta bersama polsek juga dari tim Jibom ada di lokasi olah TKP sambil kita menentukan penyebab terjadinya suara ledakan," katanya.

ADVERTISEMENT

Mengenai sejumlah rumah warga di Desa Janti, Waru yang terdampak ledakan tersebut, pihak kepolisian saat ini belum mendapatkan data yang valid.

"Kalau rumah warga belum ada yang terdata rusak ataupun terkena dampaknya. Tapi terdengar sampai tempat warga," bebernya.

Sebelumnya ledakan dahsyat menggegerkan warga di perbatasan Sidoarjo-Surabaya yang berasal dari pabrik PT Great Wall Steel atau PT GWS di Desa Janti, Kecamatan Waru, Sidoarjo. Akibat ledakan itu ada 2 orang dilarikan ke rumah sakit yang diduga menjadi korban ledakan saat melakukan aktivitas pemotongan besi dengan mesin las blender.

Tidak hanya ditangani Polresta Sidoarjo, koordinasi juga dilakukan dengan Satbrimob Polda Jatim dalam rangka mengamankan lokasi dan mencari tahu penyebab pasti ledakan tersebut.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Jules Abraham Abast menegaskan, tim Labfor (Laboratorium Forensik) juga akan dilibatkan jika diperlukan untuk mendukung proses investigasi ilmiah.

"Kami masih melakukan olah TKP secara mendalam. Tim di lapangan sedang bekerja untuk mengumpulkan bukti-bukti material di lokasi ledakan guna memastikan penyebab utama insiden ini. Kami imbau masyarakat untuk tetap tenang dan memberikan ruang bagi petugas melakukan sterilisasi," tegas Jules.




(auh/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads