Transformasi Alun-alun Sidoarjo dari Masa ke Masa

Transformasi Alun-alun Sidoarjo dari Masa ke Masa

Anastasia Trifena - detikJatim
Minggu, 05 Apr 2026 14:00 WIB
Alun-alun Sidoarjo.
Alun-alun Sidoarjo. Foto: Suparno/detikJatim
Sidoarjo -

Alun-alun Sidoarjo tidak sekali jadi. Ikon ruang publik di pusat kota ini telah beberapa kali mengalami pembaruan penataan agar fungsi dan tampilannya selalu relevan dengan kebutuhan warga.

Terbaru, revitalisasi alun-alun yang dimulai sejak 2025 dengan anggaran sekitar Rp 24,6 miliar kini telah rampung. Wajah baru Alun-alun Sidoarjo pun langsung mencuri perhatian, dengan tampilan yang lebih modern, rapi, dan ramah keluarga sehingga menarik minat wisatawan dari berbagai daerah.

Pembukaan resminya dilaksanakan pada Jumat 30 Januari 2026, sekaligus menjadi kado istimewa dalam rangka hari jadi Kabupaten Sidoarjo ke-167. Sejak diresmikan, kawasan ini terus dipadati pengunjung yang ingin menikmati suasana baru ruang publik kebanggaan warga Sidoarjo tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

2015 - Penambahan Monumen Jayandaru

Monumen Jayandaru di Alun-alun Sidoarjo.Monumen Jayandaru di Alun-alun Sidoarjo. Foto: Anastasia Trifena/detikJatim

Revitalisasi Alun-alun Sidoarjo mulai terlihat signifikan pada 2015. Salah satunya melalui penataan kawasan yang menghadirkan Monumen Jayandaru di pusat area.

ADVERTISEMENT

Pembangunan monumen tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat identitas alun-alun sebagai ruang publik representatif, sekaligus simbol daerah yang merefleksikan karakter Sidoarjo sebagai Kota Delta.

Namun sayangnya, pada Februari 2015, sembilan patung Jayandaru yang merepresentasikan aktivitas utama penduduk Sidoarjo, yaitu sebagai nelayan, petani, dan petambak diturunkan.

Beberapa pihak menganggap patung-patung tersebut sebagai berhala atau dapat menimbulkan syirik. Karenanya, penurunan patung tersebut menandai adanya evaluasi konsep revitalisasi agar kawasan alun-alun tetap dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat.

Penataan kemudian berlanjut dengan pembangunan Monumen Jayandaru berbentuk udang dan bandeng yang menjadi simbol identitas Sidoarjo sebagai Kota Delta.

Monumen setinggi sekitar 23 meter itu akhirnya diresmikan pada 29 Mei 2015 bersamaan dengan penataan ulang kawasan alun-alun agar lebih representatif sebagai ruang publik.

Fase revitalisasi ini tidak hanya mengubah wajah visual Alun-alun Sidoarjo, tetapi juga memperkuat fungsinya sebagai pusat aktivitas warga, sekaligus menjadi dasar bagi rangkaian revitalisasi lanjutan di tahun-tahun berikutnya.

2023 - Penataan Sisi Timur Alun-alun Sidoarjo

Revitalisasi Alun-alun Sidoarjo pada 2023 difokuskan pada penataan sisi timur kawasan, tepatnya di sepanjang Jalan A Yani dari utara hingga selatan Monumen Jayandaru. Proyek ini menjadi upaya mempercantik ruang terbuka hijau (RTH), sekaligus memperkuat fungsi alun-alun sebagai ruang publik ramah keluarga.

Dalam revitalisasi yang memakan anggaran kurang lebih Rp 6 miliar tersebut, sejumlah elemen ditambahkan dan diperbarui. Mulai dari taman bunga, air mancur, hingga area bermain anak.

Penataan juga mencakup pemasangan keramik di sekitar air mancur, penyesuaian elevasi tanah karena perbedaan kontur, serta penataan utilitas, termasuk pengalihan kabel udara di sekitar alun-alun agar kawasan terlihat lebih rapi dan tertib. Proyek ini rampung pada akhir Desember 2023.

2024 - Rencana Revitalisasi yang Ditunda

Setelah revitalisasi Alun-alun Sidoarjo sisi timur rampung, pemmda merencanakan penataan seluruh sisi alun-alun pada 2024. Rencana tersebut mencakup sisi utara, selatan, barat, hingga area tengah.

Revitalisasi kali ini mengusung konsep menjadikan kawasan Alun-alun Sidoarjo sepenuhnya sebagai ruang terbuka hijau (RTH) yang dapat dimanfaatkan seluruh lapisan masyarakat.

Namun, hingga awal 2024, rencana revitalisasi lanjutan ini masih berada pada tahap lelang manajemen konstruksi (MK), sebelum kemudian dilanjutkan ke lelang pelaksana proyek. Tahapan ini membuat pengerjaan fisik belum bisa langsung dimulai dan jadwal revitalisasi bergeser dari rencana awal pertengahan tahun.

Dalam konsep yang disiapkan, penataan alun-alun diarahkan untuk menghadirkan berbagai titik taman, mulai dari taman keluarga, taman bermain, hingga ruang aktivitas publik. Seluruh sisi alun-alun direncanakan berubah fungsi menjadi ruang hijau yang lebih tertata dan ramah bagi pengunjung dari berbagai usia.

Sejumlah fasilitas eksisting juga masuk dalam rencana perubahan Alun-alun Sidoarjo, termasuk pengalihan fungsi lapangan voli di sisi barat menjadi area taman dengan fasilitas pendukung.

Meski konsep revitalisasi telah disusun, rencana penataan menyeluruh pada tahun 2024 belum terealisasi dan akhirnya menjadi bagian dari revitalisasi besar Alun-alun Sidoarjo pada tahun berikutnya.

2025 - Revitalisasi Besar-besaran

Wajah baru Alun-alun SidoarjoWajah baru Alun-alun Sidoarjo. Foto: Suparno/detikJatim

Revitalisasi besar Alun-alun Sidoarjo mulai dikerjakan sejak awal 2025 dengan anggaran sekitar Rp 24,6 miliar. Proyek ini menyasar penataan menyeluruh ruang publik di jantung kota.

Mulai dari pembangunan taman bermain anak, taman lansia, ruang komunitas, paseban, hingga area pertunjukan terbuka. Revitalisasi ini dirancang untuk menghadirkan alun-alun yang lebih representatif, inklusif, dan fungsional bagi seluruh lapisan masyarakat.

Dalam perjalanannya, progres revitalisasi berjalan bertahap dan sempat menjadi sorotan. Pada Juli 2025, progres pembangunan dilaporkan baru mencapai sekitar 33 persen.

Kemudian meningkat menjadi sekitar 51 persen pada Oktober 2025, dan terus bertambah pada bulan-bulan berikutnya. Sejumlah kendala teknis di lapangan membuat pengerjaan tidak berjalan sesuai target awal.


Menjelang akhir masa kontrak pada Desember 2025, proyek revitalisasi ini sempat menuai perhatian publik setelah Bupati Sidoarjo menyampaikan kekecewaan karena progres dinilai belum optimal.

Selain itu, beberapa insiden di sekitar area proyek, termasuk dampak penebangan pohon, turut menjadi bagian dari dinamika revitalisasi Alun-alun Sidoarjo pada fase ini.

Meski sempat mengalami keterlambatan, revitalisasi Alun-alun Sidoarjo akhirnya rampung sepenuhnya pada akhir Januari 2026. Wajah baru alun-alun tersebut kemudian dibuka secara resmi pada 30 Januari 2026 sebagai 'hadiah' perayaan Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo ke-167.




(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads