Kata Penjual Mi Rp 15 Ribu di Terminal Purabaya Usai Diprotes Soal Telur

Kata Penjual Mi Rp 15 Ribu di Terminal Purabaya Usai Diprotes Soal Telur

Aprilia Devi - detikJatim
Sabtu, 04 Apr 2026 20:39 WIB
Tangkapan layar video pelanggan protes. Lokasi Depot Ilham di Terminal Purabaya.
Lokasi Depot Ilham di Terminal Purabaya. (Foto: Aprilia Devi/detikJatim)
Surabaya -

Viral di medsos protes perempuan pengunjung Terminal Purabaya soal mi goreng seharga Rp 15 ribu di salah satu warung yang tidak ada telurnya. Penjual mi mengatakan sebenarnya pengunjung itu sudah melihat daftar menu dengan harga yang terpampang jelas dan tidak tertulis dilengkapi telur.

Masud (38), penjaga Depot Ilham yang sudah lebih dari 5 tahun bekerja di TerminalPurabaya menjelaskan bahwa pembeli yang merekam video itu sebenarnya sudah sempat melihat daftar harga sebelum memesan. Namun setelah makanan disajikan pelanggan itu mempertanyakan kenapa tidak ada telur dalam mi goreng yang dia pesan?

"Dia minta mi goreng, ya saya bikinin. Lalu pas datang dia protes 'ini nggak ada telurnya? Masa mi Rp15 ribu nggak ada telurnya?'" Ujar Masud menirukan perekam video.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Masud pun menegaskan dalam daftar menu yang ada memang tidak ada keterangan telur yang menyertai mi goreng/kuah. Dia pun menjelaskan, biasanya kalau ada pembeli yang ingin tambahan telur disampaikan di awal.

Dalam kasus video viral itu, pelanggan bersangkutan tidak meminta tambahan tersebut. Selain itu Masud mengatakan bahwa di warungnya memang tidak disediakan tambahan telur untuk menu mi goreng maupun mi rebus.

ADVERTISEMENT

"Kalau di sini orang pesan itu kalau saya jawab, 'Mas, kasih telur ya.' Maaf telurnya enggak ada. Enggak ada, enggak apa-apa. Kebanyakan begitu. Dia cuma bilang, 'Saya bikinin goreng yang pedas.' Ya udah saya bikinin," bebernya.

Pantauan detikJatim, untuk menu mi goreng atau mi kuah memang sudah tertera harga dalam daftar menu di Depot Ilham. Dalam daftar menu itu harganya Rp15 ribu dan tidak ada keterangan telur di daftar menu.

Pelanggan yang protes itu datang ke kedainya bersama suaminya pada Jumat (3/4) sekitar pukul 15.00 WIB. Ia menduga yang bersangkutan bukan warga lokal karena sempat marah-marah dan membandingkannya dengan harga makanan di Padang.

Pelanggan itu, lanjut Masud, tetap membayar makanan yang sudah dipesan meski sempat mengancam akan memviralkan di media sosial. Selain mi goreng, pengunjung itu juga memesan 2 porsi rawon dan minuman.

"Dia marah-marah mau diviralin, ya silakan. Tapi akhirnya tetap bayar," tambahnya.

Sebelumnya, dalam video yang viral itu terlihat bahwa perempuan pengunjung Terminal Purabaya itu sempat mengatakan bahwa harga makanan di Surabaya lebih mahal dibanding Padang.

"Sesuai harga mi kau yang mana, gak bisa baca. Itu namanya kau ngejebak orang, mi goreng itu rata-rata pakai telur," ujarnya dalam video yang viral.



(irb/dpe)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads