Tangis Haru Iringi Jalan Salib di Gereja Santo Vincentius Surabaya

Tangis Haru Iringi Jalan Salib di Gereja Santo Vincentius Surabaya

Aprilia Devi - detikJatim
Jumat, 03 Apr 2026 10:45 WIB
Umat katolik menyaksikan visualisasi jalan salib (VJS) di gereja katolik santo Vicentius A Paulo di Widodaren Surabaya
Umat katolik menyaksikan visualisasi jalan salib (VJS) di gereja katolik santo Vicentius A Paulo di Widodaren Surabaya (Foto: Aprilia Devi/detikJatim)
Surabaya -

Ratusan umat mengikuti Visualisasi Jalan Salib (VJS) di Gereja Katolik Santo Vincentius A Paulo, Jalan Widodaren, Surabaya, Jumat (3/4). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Tri Hari Suci Paskah.

Pantauan detikJatim di lokasi, suasana berlangsung khidmat sejak awal hingga akhir. Umat tampak mengikuti setiap perhentian dengan tenang dan penuh penghayatan.

Saat adegan demi adegan sengsara Yesus diperankan, banyak umat terdiam. Sebagian menundukkan kepala, bahkan tak sedikit yang menitikkan air mata.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Visualisasi dimulai sekitar pukul 08.00 WIB, diawali dengan adegan pengadilan Yesus oleh Pilatus. Umat kemudian mengikuti 14 perhentian Jalan Salib yang menggambarkan kisah sengsara hingga wafatnya Yesus Kristus, dimulai dari area kanopi, parkiran, hingga masuk ke dalam gereja.

Memasuki perhentian-perhentian akhir di dalam gereja, suasana semakin hening. Sejumlah umat terlihat berdoa secara pribadi di tempat duduk masing-masing.

ADVERTISEMENT

Ketua panitia, David Palmaven Taniya mengatakan, tema yang diangkat tahun ini mengacu pada tema umum Paskah, yakni mengembangkan iman melalui lima tugas Gereja.

"Kami mengambil dari tema umum Paskah tahun ini, yaitu bagaimana kita bisa mendalami dan semakin dewasa dalam peribadatan, persekutuan, kesaksian, pelayanan, dan pewartaan yang bisa kita hidupi di lingkungan masing-masing," ujarnya kepada detikJatim, Jumat (3/4/2026).

Ia menyebut, sekitar 80 hingga 100 umat terlibat sebagai pemeran dalam visualisasi tersebut. Sementara jumlah umat yang hadir diperkirakan mencapai 1.000 hingga 1.200 orang.

"Yang terlibat sebagai pemeran ada sekitar 80 sampai 100 orang. Kalau yang hadir sekitar 1.000 sampai 1.200 umat," tambahnya.

Sementara itu, sutradara VJS, Regina Bella Halim, menjelaskan bahwa visualisasi Jalan Salib tidak hanya menampilkan kisah sengsara Yesus, tetapi juga mengajak umat merefleksikan maknanya dalam kehidupan sehari-hari.

"Kita tidak hanya ingin umat melihat lalu menangis. Tapi setelah itu, apa yang dibawa pulang? Itu yang ingin kita sampaikan melalui refleksi di setiap perhentian," katanya.

Ia menambahkan, refleksi yang diangkat dekat dengan kehidupan sehari-hari, mulai dari perilaku di media sosial hingga relasi dengan sesama.

"Tadi dibuka dengan bagaimana kita bermain media sosial, menghujat orang lain tanpa memikirkan dampaknya, sampai bagaimana kita berelasi dengan keluarga dan lingkungan. Jadi ada relevansinya dengan kehidupan sehari-hari," jelasnya.

Regina juga menyebut konsep visualisasi dibuat imersif agar umat dapat merasakan langsung suasana Jalan Salib. Sekitar 100 orang terlibat, mulai dari pemeran hingga tim vokal yang terbagi dalam beberapa divisi dan menjalani latihan hingga tujuh kali.

"Umat juga dilibatkan, jadi mereka tidak hanya menonton tapi ikut merasakan. Ada adegan di mana prajurit berada dekat umat, sehingga terasa lebih nyata," ungkapnya.

Salah satu umat, Inneke, mengaku mengikuti Jalan Salib dengan penuh penghayatan. Ia berharap mendapat pengampunan melalui ibadat tersebut.

"Sepanjang pemberhentian saya berdoa, berharap pengampunan," tuturnya.



(ihc/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads