Sejumlah SPBU di Jember masih dipadati kendaraan yang antre untuk mengisi BBM. Kondisi ini dipicu kekhawatiran bahwa harga BBM akan tetap naik dalam waktu dekat.
Salah satu pembeli BBM di SPBU Tawang Alun, Kecamatan Rambipuji, Hendra menyampaikan, ikut mengantre karena khawatir dalam waktu dekat harga BBM akan tetap naik. Untuk itu yang merasa harus punya cukup stok di tangki kendaraannya.
"Saya khawatir, dalam waktu dekat ini harga BBM akan naik. Jadi saya harus punya stok dulu," katanya, Rabu (1/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hendra mengaku telah ikut mengantre selama 40 menit di SPBU tersebut. Namun antrean yang mengular adalah kendaraan roda dua.
"Untuk mobil tidak terlalu ramai. Sepeda motor yang dari tadi ramai mengantre," ujarnya.
Sementara itu, salah satu pengendara yang ikut mengantre di SPBU Jubung, Nuruz Zaman menyampaikan, dirinya ikut mengantre karena kehabisan BBM setelah pulang kerja. Saat ditanya apakah antrean disebabkan oleh pembatasan pembelian BBM, pihaknya menjawab, bahwa hal tersebut bukanlah faktor utama.
"Wacana pembatasan pembelian BBM subsidi itu kan sebenarnya sudah lama. Tapi tidak menyebabkan antrean jadi panjang seperti ini," paparnya.
Sedangkan salah satu pengendara yang ikut mengantre di SPBU jalan Gajag Mada, M Rifqi Arifin, menyebutkan, bahwa penyebab antrean kembali mengular adalah trauma yang dialami oleh masyarakat Jember. Karena sebelumnya, masyarakat Jember pernah kebingungan karena ketersediaan BBM yang menipis akibat jalur Gumitir ditutup pada waktu lalu.
"Sebelumnya kita kan sudah mengalami dua kali antrean panjang di SPBU. Pertama saat jalur Gumitir ditutup, dan yang kedua karena ada kabar stok BBM akan langka karena ada perang di timur tengah," ungkapnya.
"Kalau sekarang ini, mungkin karena berita kenaikan harga yang belum bisa dipastikan kebenarannya cuma sudah tersebar beritanya kemarin," tandasnya.
(auh/abq)
