Makam Rusak Imbas Beringin Raksasa Roboh di Malang Terpaksa Dibiarkan

Makam Rusak Imbas Beringin Raksasa Roboh di Malang Terpaksa Dibiarkan

Muhammad Aminudin - detikJatim
Selasa, 31 Mar 2026 19:45 WIB
Pohon beringin raksasa di tengah pemakaman umum di Malang tumbang mengangkat sejumlah makam dan jenazah.
Makam yang turut terangkat imbas robohnya beringin raksasa di tengah pemakaman umum di Malang. (Foto: Muhammad Aminudin/detikJatim)
Malang -

Suasana ziarah kubur bertepatan momen Lebaran beberapa waktu lalu di TPU Dusun Sidorukun, Desa Clumprit, Kecamatan Pagelaran membawa keprihatinan. Pohon beringin di TPU tersebut yang diperkirakan berusia lebih dari satu abad roboh hingga merusak lima 5 makam.

Insiden itu terjadi pada pertengahan Februari 2026 atau bertepatan pertengahan bulan Ramadan. Dampak dari robohnya pohon beringin yang sempat viral di media sosial kini menjadi perhatian serius pihak desa dan pengurus TPU.

Berdasarkan pantauan di lapangan, dampak kerusakan tergolong cukup berat. Dari lima makam yang terdampak, dua di antaranya ikut terangkat ke permukaan bersamaan dengan tercabutnya akar raksasa pohon tersebut dari tanah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bahkan, satu jenazah dilaporkan sempat ikut terangkat saat kejadian berlangsung meskipun pihak pengelola makam telah bergerak cepat mengembalikan jenazah ke posisi semula dengan layak.

Penanganan terhadap musibah ini dilakukan secara bertahap melalui upaya swadaya. Selama sepekan terakhir juru kunci makam telah mendatangkan tukang pangkas pohon untuk memotong dahan-dahan besar guna membuka akses jalan bagi peziarah. Sebagian batang yang dipotong ditata rapi di area pintu masuk sementara serbuk sisa pemotongan masih memenuhi area sekitar nisan yang rusak.

ADVERTISEMENT

Kepala Desa Clumprit, Subur menegaskan bahwa penanganan sisa batang utama tidak bisa dilakukan secara manual karena mempunyai ukuran cukup besar. Pihak desa berencana menggunakan alat derek untuk mengembalikan posisi batang dan akar ke tempat asalnya.

Langkah ini diambil karena pemangkasan total pada bagian pangkal dianggap tidak memungkinkan secara teknis tanpa merusak area makam lebih lanjut.

"Rencana akan menderek batang pohon untuk mengembalikan ke tempat asalnya, karena tidak memungkinkan untuk memangkas batang pohon beserta akarnya. Usaha itu akan dilakukan swadaya bersama masyarakat setempat," kata Kades Subur saat dikonfirmasi detikJatim, Selasa (31/3/2026).

Hingga saat ini, beberapa makam yang terdampak langsung di bawah akar masih dibiarkan dalam kondisi aslinya karena menunggu proses pengangkatan batang pohon selesai. Pihak desa juga telah berkoordinasi dengan seluruh ahli waris mengenai kondisi makam yang tidak mungkin diperbaiki secara instan.

"Kami sudah berkomunikasi dengan ahli waris dan semuanya bisa menerima. Makanya nanti usaha kami mengembalikan batang pohon ke tempat semula," tegasnya.

Setelah usaha itu berhasil, Subur mengaku perbaikan makam yang terdampak akan kembali dilanjutkan. Pihak desa sendiri berharap adanya bantuan dari BPBD Kabupaten Malang agar proses evakuasi batang pohon raksasa tersebut bisa berjalan lebih cepat.

"Harapan kami, ada dukungan dari BPBD untuk pengembalian batang pohon yang roboh. Kalau tidak kita lakukan secara swadaya," pungkasnya.

Seperti diberitakan, sebuah pohon beringin raksasa yang diperkirakan telah berusia lebih dari satu abad tumbang di tengah Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dusun Sidorukun, Desa Clumprit, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang. Sejumlah makam sampai menyumbul dari permukaan tanah, karena ikut terangkat akar pohon yang roboh.




(auh/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads