Setahun Gus Fawait menjadi Bupati Jember telah membuat berbagai program yang berdampak langsung ke masyarakat. Program-program ini akan terus dijalankan optimal oleh Gus Fawait di tahun kedua memimpin Jember.
"Kami berkomitmen terus menjalankan program-program kerakyatan untuk warga Jember," kata Gus Fawait di Kantor DPRD Jember, Selasa (31/3/2026).
Fawait menyebut ada sejumlah program prioritas yang berdampak langsung ke masyarakat. Berbagai program prioritas yang dijalankan sepanjang tahun 2025 memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yang pertama, Gus Fawait menyebut Program Beasiswa Cinta Bergema. Program beasiswa kuliah gratis ini menjangkau 7.037 mahasiswa hanya dalam satu tahun.
"Angka yang jauh lebih masif dibandingkan program bantuan pendidikan sebelumnya yang cenderung terbatas dan tidak merata. Program ini tidak hanya menyasar siswa berprestasi, tetapi juga santri, keluarga kurang mampu, hingga jalur afirmasi lainnya," jelas Fawait.
Beasiswa Cinta Bergema, kata Gus Fawait diberikan kepada mahasiswa sampai lulus dan tidak ada lagi proses pendaftaran berulang adalah nilai plus dibanding program beasiswa sebelumnya.
Kedua, Gus Fawait menyebut Program Cinta Petani, Nelayan, dan UMKM. Di sektor ekonomi, pendekatan yang dilakukan juga berbeda. Jika sebelumnya bantuan bersifat sporadis, kini intervensi dilakukan secara terintegrasi dari hulu ke hilir.
"Penyaluran pupuk mencapai lebih dari 64 juta kilogram urea dan 56 juta kilogram NPK, asuransi jiwa kepada 1.971 nelayan serta bantuan 2.458 gerobak usaha untuk UMKM melalui program Mlijo Cinta serta pemangkasan retribusi pasar hingga 75 persen," jelasnya.
"Program optimalisasi lahan telah dilaksanakan dengan tahap perbaikan infrastruktur air pada 107 kelompok tani dengan total luasan lahan 4.410 Hektar. Kombinasi kebijakan ini dinilai menjadi salah satu langkah agresif dalam memperkuat ekonomi rakyat, tidak hanya menjaga daya tahan, tetapi mendorong produktivitas pelaku usaha kecil secara langsung," tambahnya.
Ketiga, Gus Fawait menyebut Program Insentif Masyarakat. Perubahan juga terlihat pada perlindungan sosial. Jangkauan bantuan diperluas dengan menyasar kelompok yang selama ini kerap luput, seperti guru ngaji dan kader posyandu.
"Sepanjang 2025, sebanyak 21.399 guru ngaji menerima program insentif guru ngaji. Jumlah penerima insentif ini meningkat dibanding sebelumnya dan merupakan penerima dengan jumlah terbesar. Selain itu, insentif juga diberikan kepada kader posyandu, ketua RT dan ketua RW untuk memperkuat peran aktor sosial di tingkat komunitas," jelasnya.
"Proses pemberian honor dan insentif ini diberikan dengan cara yang mudah dan terhormat. Para guru ngaji cukup hadir di kantor desa terdekat dan tidak perlu antri di bank. Selain itu, para guru ngaji juga mendapat jaminan BPJS Ketenagakerjaan," tambahnya.
Keempat, Gus Fawait menyebut Pembangunan Infrastruktur. Di sektor infrastruktur, pemerintah daerah mulai menggeser fokus dari sekadar pembangunan fisik ke peningkatan konektivitas dan akses layanan dasar. Hingga 2025, jalan dalam kondisi mantap mencapai 2.105 kilometer, didukung pemasangan 4.236 titik penerangan jalan umum.
"Bahkan Dusun Bandealit yang selama ini hidup dalam kegelapan, per tanggal 17 Agustus 2025 menikmati hak dasar warga atas listrik. Hal ini menunjukkan bahwa pembangunan terjadi hingga pelosok desa di Kabupaten Jember yang membuat konektivitas antar desa meningkat," jelasnya.
"Pembangunan di Kabupaten Jember tidak hanya bergantung pada APBD Jember. Kami aktif berkoordinasi pemerintah pusat. Hasilnya 124 gedung sekolah yang rusak berhasil direvitalisasi atas gelontoran dana APBN. Ini yang terbesar se Indonesia," tambah Gus Fawait.
Gus Fawait mengungkap peningkatan paling terasa terjadi pada sektor konektivitas antar wilayah dan pariwisata. Setelah sempat stagnan, operasional Bandara Jember kembali dibuka dengan rute langsung ke Jakarta dan Bali.
"Dua rute tersebut menjadi tonggak sejarah keberhasilan kami menghubungkan Jember dengan pusat ekonomi nasional. Dampaknya signifikan, jumlah kunjungan wisatawan melonjak menjadi 1,8 juta orang dalam satu tahun, menandai fase baru kebangkitan pariwisata daerah melalui reaktivasi Bandara Notohadinegoro," terangnya.
Program unggulan kelima, lanjut Gus Fawait adalah Program UHC. Di bidang kesehatan, capaian juga melampaui banyak daerah. Melalui Program UHC Prioritas, cakupan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mencapai 99,46 persen, dengan tingkat keaktifan peserta 82,15 persen.
"Program ini menjamin kesehatan seluruh Warga Jember dengan memberikan fasilitas pengobatan gratis pada seluruh fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia," jelasnya.
Program keenam yakni Wadul Gus'e. Program Wadul Guse Kabupaten Jember menjadi wujud nyata pelayanan publik yang responsif dan berbasis data, di mana hingga akhir tahun 2025 telah menerima lebih dari 10.412 aduan masyarakat, dengan tingkat tindak lanjut mencapai 86 persen yang telah diproses dan diselesaikan oleh OPD terkait.
"Berbagai laporan mulai dari infrastruktur, pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga administrasi kependudukan ditangani secara cepat dan terukur, dengan rata-rata waktu respon yang semakin singkat. Capaian ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat sekaligus komitmen kami dalam menghadirkan layanan yang cepat, transparan, dan berdampak langsung bagi kebutuhan warga," tegasnya.
Selain menyerap aspirasi melalui kanal Wadul Guse, Gus Fawait juga mendekatkan pelayanan publik melalui Program Bunga Desaku dan Guse Menyapa sehingga dapat bertatap muka langsung dengan masyarakat. Selama tahun 2025, tercatat sebanyak 60 desa telah dikunjungi oleh Gus Fawait. Banyak permasalahan dan aspirasi masyarakat yang sudah ditindaklanjuti dan diselesaikan.
Kombinasi Wadul Guse, Bunga Desaku dan Guse Menyapa menunjukkan komitmen Gus Fawait terhadap pemerataan dalam pola komunikasi kepada seluruh lapisan masyarakat.
Gus Fawait menegaskan bahwa capaian tahun 2025 merupakan langkah awal menuju percepatan pembangunan yang lebih luas dan inklusif.
"Kami menyadari masih banyak tantangan ke depan. Namun dengan fondasi yang telah dibangun, kami optimis Jember akan terus bergerak maju, lebih sejahtera, dan berdaya saing," pungkasnya.
(auh/hil)











































