Hacker Iran Bobol Gmail Direktur FBI, Data Lama Dibongkar

Kabar Internasional

Hacker Iran Bobol Gmail Direktur FBI, Data Lama Dibongkar

Adi Fida Rahman - detikJatim
Sabtu, 28 Mar 2026 20:30 WIB
FBI Director Kash Patel attends a House Intelligence Committee hearing about worldwide threats, on Capitol Hill in Washington, D.C., US, March 26, 2025. (File photo: Reuters)
Direktur FBI Kash Patel (Foto: dok. Reuters)
Surabaya -

Kelompok hacker atau peretas yang didukung pemerintah Iran, Handala, mengklaim telah berhasil membobol akun email pribadi Direktur FBI Kash Patel. Pengumuman itu dibuat pada Jumat pekan ini melalui situs resmi kelompok tersebut, disertai sejumlah foto Patel yang tampak lebih muda, serta tautan menuju kumpulan berkas yang diklaim berasal dari akun Gmail pribadinya.

FBI membenarkan adanya insiden tersebut. Juru bicara lembaga ini menyampaikan pernyataan kepada TechCrunch bahwa pihaknya mengetahui adanya aktor jahat yang menargetkan informasi email pribadi Direktur Patel, dan telah mengambil semua langkah yang diperlukan untuk memitigasi potensi risiko yang terkait dengan aktivitas itu.

"Informasi yang dipermasalahkan bersifat historis dan tidak menyangkut informasi pemerintah," ujar juru bicara FBI tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam laporannya, TechCrunch mengaku telah melakukan verifikasi independen dan mengonfirmasi bahwa setidaknya sebagian email yang dibocorkan Handala memang berasal dari akun Gmail Patel. Verifikasi dilakukan dengan memeriksa message headers - informasi yang disematkan pengirim dalam email dan berfungsi membantu sistem pengiriman mengonfirmasi keaslian pesan tersebut.

Menggunakan alat khusus, investigator memeriksa sejumlah email dalam kumpulan berkas yang bocor itu. Hasilnya, email-email yang dikirim Patel dari akun Gmail-nya memiliki tanda tangan kriptografis yang sesuai dengan isi pesan, mengindikasikan kuat bahwa email yang diperiksa adalah asli.

ADVERTISEMENT

Dalam beberapa kasus, Patel tampak mengirim email dari alamat email Departemen Kehakiman (DOJ) lamanya pada tahun 2014 ke akun Gmail pribadinya. Email dari akun DOJ tersebut juga diverifikasi dan dinyatakan autentik. Berkas-berkas dalam kebocoran itu tampaknya mencakup periode hingga sekitar tahun 2019.

Reuters yang pertama kali melaporkan kebocoran ini menyebut seorang pejabat Departemen Kehakiman mengonfirmasi terjadinya pelanggaran. Departemen Kehakiman sendiri belum merespons permintaan komentar dari berbagai media.

FBI Tawarkan Hadiah Rp 163 Miliar

Di tengah insiden ini, FBI mengumumkan penawaran hadiah hingga 10 juta dolar AS bagi siapa pun yang dapat memberikan informasi mengenai para peretas Handala. Langkah itu menandai peningkatan signifikan tekanan hukum terhadap kelompok tersebut.

Sebelumnya, FBI sempat menyita sejumlah situs web milik Handala. Namun, kelompok tersebut dengan cepat kembali beroperasi di domain-domain baru. Jaksa penuntut Amerika Serikat telah secara resmi menuduh Kementerian Intelijen dan Keamanan Iran (MOIS) sebagai operator di balik kelompok Handala.

Untuk diketahui Handala merupakan kelompok peretas yang dikaitkan dengan pemerintah Iran. Sejak konflik Amerika Serikat dan Israel melawan Iran dimulai pada Februari lalu, aktivitas Handala disebut meningkat drastis.

Kelompok ini sebelumnya mengklaim bertanggung jawab atas serangan destruktif terhadap Stryker, raksasa teknologi medis asal Amerika Serikat, yang mengakibatkan puluhan ribu perangkat karyawan perusahaan itu terhapus datanya. Handala juga diketahui telah mempublikasikan data pribadi sejumlah orang yang disebut sebagai anggota Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dan kontraktor pertahanan lokal.

Handala tidak merespons permintaan komentar yang dikirimkan TechCrunch melalui akun obrolan yang dipublikasikan di situs web mereka, maupun melalui alamat email milik kelompok tersebut yang sebelumnya telah dipublikasikan oleh Departemen Kehakiman AS.

TechCrunch juga mengirim pesan ke alamat Gmail Patel yang terungkap dalam kebocoran ini, serta pesan teks ke nomor ponsel yang tercantum dalam sebuah resume yang diklaim milik Patel. Hingga laporan dipublikasi tidak ada respons yang diterima.

Artikel ini telah tayang di detikInet. Klik di sini.




(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads