Aksi joget dan nyawer di atas panggung yang dilakukan oleh YD, pemilik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pratama Pakong Yayasan Fatimah Maju Bersama saat konser Halalbihalal Valen Akbar menuai sorotan publik. YD pun angkat bicara mengenai videonya yang viral di media sosial.
Mitra MBG itu menyampaikan permohonan maaf sekaligus apresiasi kepada media dan masyarakat atas perhatian yang diberikan. Ia menegaskan bahwa kehadirannya dalam konser Halalbihalal Valen Akbar di Pamekasan tidak mewakili Mitra MBG, melainkan atas undangan BM Emas.
"Saya diundang atas nama BM Emas yang sejak awal mendukung Valen dari mengikuti kompetisi hingga sukses," ujar YD saat dikonfirmasi detikJatim, Jumat (27/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
YD juga menjelaskan dirinya selama ini turut memperhatikan kualitas program MBG dan mengaku kerap menegur jika menemukan hal yang dinilai kurang layak, khususnya dalam penyediaan makanan.
"Saya hadir bukan atas nama mitra MBG, tapi dari BM Emas yang saya rintis sejak 2012. Ini menjadi masukan besar bagi saya. Awalnya hanya nyawer biasa, tapi terbawa suasana hingga seperti itu," jelasnya.
Ia menambahkan bahwa dirinya siap menerima konsekuensi atas kejadian itu. Namun dirinya berharap konsekuensi itu tidak sampai berdampak pada para pekerja yang bergantung pada usaha yang sedang dia kelola.
"Kalau saya diberhentikan tidak masalah, tapi kasihan mereka yang sudah bekerja," imbuhnya.
Sebelumnya, video aksi YD viral usai memperlihatkan dirinya berjoget dan menyawer uang di atas panggung saat konser halalbihalal yang digelar di Gedung Bakorwil Pamekasan pada Rabu malam (25/3). Dalam video itu YD tampak menghamburkan uang sambil berjoget di dekat penyanyi, bahkan menggesekkan uang sebelum disawer ke arah panggung.
Aksi itu menarik perhatian karena dinilai berlebihan dan memicu beragam reaksi dari warganet. Namun, pihak penyelenggara dari Pamekasan Kreatif membantah anggapan bahwa konser itu berlangsung tidak tertib.
"Kami membantah perspektif bahwa konser dangdut identik dengan kerusuhan atau joget berlebihan. Di acara semalam, kami tidak melihat penonton joget seperti yang ramai dibicarakan," ujar perwakilan panitia, Kuswanto.
Menurutnya, mayoritas penonton menikmati pertunjukan dengan tertib, bahkan lebih banyak mengabadikan momen menggunakan ponsel masing-masing. Ia juga menegaskan bahwa konser tersebut merupakan bagian dari hiburan masyarakat sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi banyak pihak.
