Teka-teki ledakan di Masjid Raya Perumahan Pesona Regency, Kelurahan Patrang, Jember, akhirnya terungkap. Tim gabungan Polri memastikan bahwa insiden tersebut bukan berasal dari bahan peledak (bom), melainkan reaksi kimia akibat suhu panas yang ekstrem.
Kapolres Jember AKBP Bobby Candra menyampaikan bahwa penyelidikan mendalam telah dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Unit Identifikasi, Labfor Polda Jatim, Ditreskrimum Polda Jatim, Tim Jipom Gegana Satbrimob Polda Jatim, serta Satgas Reskrim Polres Jember.
"Berdasarkan hasil analisis tim ahli di lapangan, tidak ditemukan adanya residu atau bahan peledak di lokasi kejadian. Ledakan murni dipicu oleh kondisi penyimpanan zat kimia yang tidak stabil," kata Bobby, Kamis (26/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penyebab ledakan adalah adanya panas berlebih yang mengenai zat mudah terbakar di dalam almari besi," tambahnya.
Dia menyebut beberapa poin penting terkait penyebab ledakan, antara lain zat kimia. Diduga terdapat kandungan Sodium Perchlorat (NaClO_4) dan Bisphenol A-epichlorohydrin di dalam lemari tersebut.
"Terjadi perubahan temperatur atau peningkatan suhu panas yang ekstrem di dalam ruangan/lemari. Suhu panas tersebut memicu zat kimia mengalami reaksi hingga menimbulkan ledakan," paparnya.
Kata Bobby, garis polisi (police line) di lokasi kejadian telah dilepas sejak Selasa (17/3). Pihak Polres Jember bersama warga juga telah melakukan kerja bakti untuk membersihkan sisa-sisa puing akibat ledakan.
"Masjid Patrang sudah bisa digunakan kembali oleh masyarakat untuk beribadah seperti biasa," pungkas Bobby.
Sebelumnya, ledakan sempat menggegerkan warga Patrang pada Senin (16/3) pukul 20:00 WIB. Dengan hasil investigasi ini, kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang tidak benar.
