Pria Mau Lompat dari Jembatan Soehat Kota Malang Berhasil Dicegah

Pria Mau Lompat dari Jembatan Soehat Kota Malang Berhasil Dicegah

Muhammad Aminudin - detikJatim
Kamis, 26 Mar 2026 17:52 WIB
Petugas selamatkan nyawa warga saat mencoba bunuh diri di Jembatan Soekarno Hatta.
Petugas selamatkan nyawa warga saat mencoba bunuh diri di jembatan Soehat. (Foto: Istimewa)
Kota Malang -

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Pria diduga hendak mencoba melakukan percobaan bunuh diri dengan melompat dari Jembatan Soekarno Hatta, Kota Malang berhasil digagalkan. Sebelum melompat, sejumlah petugas bersama warga telah mencegat pria itu dan berhasil menyelamatkannya.

Penyelamatan dramatis ini terjadi Rabu (25/3/2026) petang sekitar pukul 18.00 WIB. Semua bermula dari kecurigaan petugas kepolisian yang tengah berjaga di Pos Pengamanan terdekat dengan Jembatan Soehat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kapospam UB Iptu Tri Sulistyo mengungkapkan saat itu petugas yang sedang memantau arus lalu lintas di Simpang Tiga Jembatan UB dalam rangka Operasi Ketupat Semeru 2026 mendapati seorang pria yang menunjukkan gelagat mencurigakan. Pria yang diketahui berinisial SF (26), warga Lowokwaru, Kota Malang itu mondar-mandir di timur jembatan.

Kecurigaan petugas semakin menjadi-jadi setelah menyadari bahwa pria itu tampak sangat tidak stabil dan menangis histeris di tepi jembatan Soehat.

ADVERTISEMENT

"Saat mencoba melompat ke sungai, anggota kami bersama warga segera bergerak cepat mengamankan yang bersangkutan," ujar Tri Sulistyo kepada wartawan Kamis (26/3/2026).

Tanpa keraguan petugas dibantu pengendara yang sedang melintas langsung membekap dan merangkul pria tersebut sebelum tindakan fatal terjadi. Usai diamankan, SF dibawa ke Pos Pam UB untuk ditenangkan. Di sana, sejumlah petugas melakukan pendekatan humanis.

Dengan penuh kesabaran, para petugas mengajak SF berbincang ringan, bahkan sesekali menyisipkan candaan untuk mencairkan suasana dan memulihkan kondisi psikologisnya. Berdasarkan pengakuan SF, ia nekat ingin mengakhiri hidup karena terhimpit permasalahan pribadi yang melibatkan kekasih dan keluarga kekasihnya.

"Kami ajak ngobrol santai dan berikan motivasi. Kami ingatkan bahwa jalan pintas bukan solusi, masih ada masa depan dan dukungan keluarga yang menunggu," ungkapnya.

Setelah melihat kondisi emosional pria tersebut stabil, petugas tidak melepas SF begitu saja. Ia kemudian diantar langsung ke kediaman keluarganya di kawasan Sumbersari, Kota Malang. Sekaligus memastikan keselamatannya.

Gerak cepat petugas ini merupakan implementasi dari arahan Kapolresta Malang Kota Kombes Putu Kholis Aryana yang menekankan layanan maksimal kepada masyarakat selama Operasi Ketupat Semeru 2026.

"Pos Pam tidak hanya bertugas mengamankan lalu lintas, tapi juga bertanggung jawab atas keselamatan jiwa masyarakat," pungkasnya.

Sekadar mengingatkan, di hari yang sama, seorang mahasiswa salah satu perguruan tinggi ditemukan meninggal usai diduga menjatuhkan diri dari lantai 11 Apartemen Soekarno Hatta (Soehat), Jalan Soekarno Hatta, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Jenazah mahasiswa itu ditemukan pada Rabu (25/3) dini hari pukul 00.15 WIB.




(auh/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads