Mobilitas masyarakat pada periode arus balik Idulfitri 1447H/2026 pada periode hari H hingga H+2 Idulfitri atau sejak 21 sampai 23 Maret 2026 dinilai tinggi. Volume lalu lintas disebut meningkat signifikan hingga 49,15% dibandingkan lalin normal.
Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol Ria Marlinda Paallo mengatakan dari persentase tersebut, sebagian diantaranya terjadi di ruas tol Jatim. Menurutnya, pada GT Warugunung, untuk kendaraan menuju Jakarta tercatat 105.746 kendaraan atau naik 85,13% dari lalin normal yakni 57.121 kendaraan.
"Sementara arah Surabaya mencapai 105.950 kendaraan atau naik 68,79% dari normal 62.772 kendaraan," kata Ria dalam keterangannya, Rabu (25/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada GT Kejapanan Utama, sebanyak 115.654 kendaraan menuju Surabaya atau naik 44,90% dari normal 79.818 kendaraan. Begitu pula sebaliknya, 117.832 kendaraan menuju Malang atau naik 57,93% dari normal 74.608 kendaraan.
"Kendaraan di GT Singosari menuju Surabaya tercatat 65.274 kendaraan atau naik 51,65% dari normal 43.042 kendaraan. Sementara arah Malang mencapai 61.873 kendaraan, naik 43,84% dari normal 43.014 kendaraan," imbuhnya.
Hal senada disampaikan General Manager Operasi JPM Muhammad Reza Pahlevi Guntur. Ia mencatat sebanyak 936.310 kendaraan yang memasuki maupun meninggalkan Malang H-10 sampai H+2 Hari Raya Idul Fitri Tahun 2026 sejak 11 sampai 24 Maret 2026, total volume kendaraan yang memasuki maupun meninggalkan Malang di Ruas Jalan Tol Pandaan Malang naik.
"Naik sebesar 18,21% jika dibandingkan lalu lintas normal 2026 sebanyak 792.078 kendaraan," ujarnya.
Ia memastikan layanan optimal tetap diberikan kepada pengguna jalan ditengah Libur Panjang Hari Raya Idul Fitri Tahun 2026. Menurutnya, terjadi peningkatan pergerakan kendaraan yang sangat signifikan menuju maupun meninggalkan Malang dan Batu.
"Meskipun demikian, kepadatan lalu lintas atau V/C ratio di Gerbang Tol berhasil kami jaga pada ambang batas aman dan lancar, dengan rekayasa distribusi antrean di gerbang tol yang efektif dan memaksimalkan penggunaan Mobile Reader (MR) serta penataan parkir di rest area untuk kapasitas saat peak season" lanjutnya.
Di periode yang sama, ia mencatat pada GT Purwodadi sebanyak 48.173 kendaraan memasuki Malang atau naik sebesar 11,64% dari lalu lintas normal 2026 sebanyak 43.152 kendaraan. Untuk kendaraan yang meninggalkan Malang tercatat sebanyak 49.647 kendaraan atau naik sebesar 11,55% dari lalu lintas normal 2026 sebanyak 44.508 kendaraan.
Sedangkan pada GT Pakis sebanyak 52.887 kendaraan memasuki Malang atau naik sebesar 13,28% dari lalu lintas normal 2026 sebanyak 46.686 kendaraan. Untuk kendaraan yang meninggalkan Malang tercatat sebanyak 46.994 kendaraan atau naik sebesar 8,42% dari lalu lintas normal 2026 sebanyak 43.344 kendaraan.
"GT Malang tercatat sebanyak 110.234 kendaraan memasuki Malang atau naik sebesar 31,99% dari lalu lintas normal 2026 sebanyak 83.520 kendaraan. Untuk kendaraan yang meninggalkan Malang tercatat sebanyak 95.473 kendaraan atau naik sebesar 22,54% dari lalu lintas normal 2026 sebanyak 77.912 kendaraan. GT Lawang tercatat sebanyak 47.465 kendaraan memasuki Malang atau naik sebesar 15,06% dari lalu lintas normal 2026 sebanyak 41.252 kendaraan. Untuk kendaraan yang meninggalkan Malang tercatat sebanyak 55.387 kendaraan atau naik sebesar 6,64% dari lalu lintas normal 2026 sebanyak 51.940 kendaraan," tuturnya.
Ia mengimbau kepada pengguna jalan tol untuk mempersiapkan perjalanan sebaik mungkin dengan memastikan kendaraan dalam kondisi prima. Mengisi daya dan bahan bakar sebelum melakukan perjalanan, saldo kartu uang elektronik mencukupi, serta perbekalan memadai.
"Jika lelah berkendara dapat beristirahat di tempat yang telah tersedia. Hubungi One Call Center 24 jam Jasa Marga di nomor 133. Jika butuh bantuan dan informasi seputar jalan tol milik Jasa Marga Group," tutupnya.
(pfr/abq)











































