Hari pertama masuk kerja setelah libur Lebaran Idul Fitri 1447 H, aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Surabaya menerapkan sistem work from anywhere (WFA). Meski demikian, pelayanan publik dipastikan tetap berjalan.
Wali Kota Surabaya Eri Cahayadi menegaskan, layanan kepada masyarakat tidak boleh terganggu meskipun sebagian ASN bekerja secara fleksibel.
"Pelayanan publik harus berjalan 100 persen. Meskipun ada beberapa teman yang masih menjalankan sistem WFA, pelayanan publik tidak boleh berhenti," kata Eri kepada wartawan di Balai Kota Surabaya, Rabu (25/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Eri menjelaskan, sejak awal, Pemkot Surabaya memang telah menerapkan sistem WFA. Dalam konsep tersebut, pegawai tidak harus selalu bekerja di kantor, tetapi bisa menjalankan tugas dari Balai RW.
"Dengan sistem itu, pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan," ujarnya.
Ia memastikan, seluruh layanan publik seperti puskesmas, kelurahan, kecamatan, hingga Dispendukcapil tetap beroperasi normal. Masyarakat pun tetap bisa mengakses layanan untuk mengurus berbagai keperluan administrasi.
"Setelah hari pertama masuk kerja ini, seluruh pelayanan publik sudah kembali berjalan secara penuh," pungkasnya.
(esw/hil)











































