Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu membandingkan Yesus Kristus dengan pendiri dan pemimpin (khan) pertama Kekaisaran Mongol, Genghis Khan, saat bicara agresi. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menilai bahwa Netanyahu melakukan penghinaan luar biasa terhadap Yesus Kristus.
"Bagi seorang pria yang sangat bergantung pada niat baik umat Kristen di Amerika Serikat, penghinaan terbuka Netanyahu terhadap Yesus Kristus (PBUH) sangat luar biasa," tulis Araghchi di X sambil mengunggah video yang menampilkan pernyataan Netanyahu, dilansir Anadolu, Sabtu (21/3/2026).
"Pujian tanpa batas" Perdana Menteri Israel terhadap Genghis Khan, "pembantai terburuk yang pernah dilihat kawasan kita, juga sesuai dengan statusnya saat ini sebagai buronan penjahat perang," kata Araghchi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama pidato yang disiarkan televisi pada Kamis (19/3), Netanyahu mengatakan: "Yesus Kristus tidak memiliki keunggulan atas Genghis Khan. Karena jika Anda cukup kuat, cukup kejam, cukup berkuasa, kejahatan akan mengalahkan kebaikan. Agresi akan mengalahkan moderasi."
Konflik di Timur Tengah meningkat sejak Israel dan Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, yang hingga kini telah menewaskan lebih dari 1.200 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.
Iran membalas dengan serangan pesawat tak berawak dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS, menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur, serta mengganggu pasar global dan penerbangan.
Serangan terbaru Iran menembakkan dua rudal balistik ke arah pangkalan militer gabungan AS-Inggris di Diego Garcia di Samudra Hindia. Diego Garcia adalah pulau terbesar di Kepulauan Chagos, digunakan sebagai pangkalan militer gabungan Inggris-AS sejak tahun 1970-an.
Menurut laporan The Wall Street Journal mengutip pejabat AS, dilansir AFP, Sabtu (21/3), dua rudal tersebut tidak mengenai sasaran, yang berjarak sekitar 2.500 mil dari wilayah Iran, tetapi peluncuran tersebut menunjukkan bahwa Teheran memiliki rudal dengan jangkauan lebih jauh daripada yang diperkirakan sebelumnya.
Sementara itu, militer Israel mengatakan telah melancarkan serangan terhadap target rezim di Teheran. Serangan sekutu AS itu setelah melaporkan beberapa kali tembakan rudal Iran ke Israel.
Pernyataan singkat militer Israel mengatakan pasukan "menyerang target rezim Iran di Teheran" setelah serangan udara sebelumnya yang menargetkan kelompok militan Hizbullah yang didukung Iran di ibu kota Lebanon, Beirut.
Artikel ini telah tayang di detikNews. Klik di sini.
(ihc/abq)
