Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada momen Hari Raya Idulfitri. Hingga saat ini, status Gunung Semeru masih berada pada Level III atau siaga.
Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Semeru, erupsi yang terjadi berupa awan panas guguran dengan jarak luncur mencapai 4.500 meter ke arah Besuk Kobokan.
Selain itu, erupsi juga disertai letusan dengan tinggi kolom abu teramati sekitar Β±1.000 meter di atas puncak atau Β±4.676 meter di atas permukaan laut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kolom abu terpantau berwarna kelabu dengan intensitas tebal yang mengarah ke tenggara. Aktivitas erupsi ini juga terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi selama 6 menit 28 detik.
"Gunung Semeru mengalami erupsi dengan meluncurkan awan panas guguran sejauh 4.500 meter," ujar Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian, dalam laporan tertulis yang diterima detikJatim, Sabtu (21/3/2026).
Petugas mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius sejauh 13 kilometer dari puncak.
Selain itu, warga juga diminta mewaspadai potensi awan panas susulan, guguran lava, serta lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu dari puncak Semeru.
"Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas di radius 13 kilometer dari puncak," pungkas Sofian.
