Kapolda Jatim Irjen Nanang Avianto mengungkapkan arus mudik mengalami peningkatan 15 persen pada H-1 Idul Fitri 1447 H. Tak hanya itu, pergerakan penumpang juga mengalami kenaikan.
"Saat ini terkait dengan mobilitas lalu lintas ini tercatat peningkatan yang masuk Jawa Timur 15 persen dari tahun sebelumnya. Kemudian pergerakan penumpang ini sebesar 20 persen lonjakan volumenya," kata Nanang kepada wartawan di Taman Apsari Surabaya.
Nanang mengatakan, meski ada lonjakan pergerakan di Jatim, namun kondisi lalu lintas masih kondusif. Arus mudik Lebaran berjalan lancar jelang peringatan 1 Syawal 1447 H, Sabtu (21/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia pun mengimbau masyarakat yang melakukan perjalanan di Jatim selama libur Lebaran untuk mematuhi aturan lalu lintas. Sebab, saat ini masih diprediksi adanya potensi cuaca ekstrem.
"Saya harapkan pun pada saat nanti arus baliknya pun demikian. Kita saling bisa menjaga supaya semuanya bisa berjalan dengan lancar," harapnya.
Sementara Dirlantas Polda Jatim Kombes Iwan Saktiadi menambahkan, rincian angka kenaikan kendaraan di Jatim sebesar 114.817 kendaraan.
"Di Jatim sendiri bisa kami sebutkan bahwa total yang masuk ke Jatim itu ada pada kenaikan angka 114.817 kendaraan atau dalam persentase adalah 15 persen. Itu merupakan gabungan dari accounting kami, ada di rangkaian jaringan jalan tol dan jaringan jalan arteri atau non tol," urai Iwan.
Iwan menyebut tidak ada antrean kendaraan di pintu-pintu tol maupun jalan arteri. Pihaknya pun tetap melakukan antisipasi, karena diprediksi kemacetan bakal terjadi pasca lebaran.
Pasca lebaran, tren masyarakat bergeser ke tempat wisata. Baik wisata alam, wisata artifisial, wisata sejarah maupun pusat-pusat perbelanjaan di Jatim.
Ada pun beberapa daerah menjadi atensi. Mulai dari kawasan Malang Raya, Surabaya, Probolinggo. "Tentunya ini akan menjadi atensi atau perhatian kami berikutnya setelah puncak lebaran nanti," pungkasnya.
(irb/abq)
