Memasuki H-1 hari raya Idul Fitri 1447 Hijriah, suasana jalanan di Kota Malang terpantau mengalami penurunan volume kendaraan yang signifikan. Sejumlah ruas jalan protokol yang biasanya padat dengan aktivitas kendaraan hingga sore ini, tampak lengang dan lancar.
Berdasarkan pantauan detikJatim, Jumat (20/3/2026) hingga pukul 15.00 WIB, arus lalu lintas di sepanjang koridor utara, mulai dari Jalan Ahmad Yani, Jalan Letjen S Parman, hingga Jalan Letjen Sutoyo yang mengarah ke Surabaya maupun menuju pusat kota terpantau lancar tanpa hambatan berarti.
Pemandangan serupa terlihat di kawasan ikonik Kayutangan Heritage dan seputar Alun-alun Malang. Kawasan yang biasanya menjadi titik kumpul warga ini tampak lebih sepi dari kendaraan yang melintas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan, Jalan Gatot Subroto yang merupakan jalur vital serta rute alternatif menuju Blitar, Lumajang, dan Surabaya, yang biasanya langganan macet, kali ini terpantau ramai lancar.
Meski jalan raya melandai, konsentrasi warga justru terlihat di titik-titik perdagangan. Masyarakat tampak memadati kawasan Pasar Besar Malang, dan sejumlah pusat perbelanjaan untuk memenuhi kebutuhan logistik hari raya.
Jalanan Kota Malang lengang di H-1 Lebaran. Foto: Muhammad Aminudin/detikJatim |
Aktivitas mencolok juga terlihat di Jalan Wiromargo, di mana pasar kembang musiman diserbu warga yang mencari bunga ziarah dan hiasan rumah. Sementara itu, kondisi cuaca di wilayah Kota Malang pada sore hari ini terpantau berawan dengan suhu udara yang cukup sejuk.
Untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pemudik dan wisatawan, Polresta Malang Kota telah meluncurkan layanan digital berupa microsite yang dapat diakses melalui ponsel.
Cukup dengan mengakses laman s.id/Makota2026, masyarakat bisa memantau arus lalu lintas secara langsung. Karena layanan ini terhubung dengan 252 titik CCTV menyebar di Kota Malang.
"Layanan microsite ini kami manfaatkan untuk melayani masyarakat yang bermobilitas di Kota Malang selama masa libur lebaran 2026," ujar Kapolresta Malang Kota Kombes Putu Kholis Aryana.
Dengan adanya inovasi ini diharapkan pemudik maupun wisatawan datang ke Kota Malang, dapat memilih rute perjalanan yang paling efektif dan menghindari potensi kepadatan yang sewaktu-waktu bisa terjadi di pusat kota.
(irb/abq)












































