Arus mudik Lebaran 2026 melalui jalur kereta api di Stasiun Lamongan terus menunjukkan peningkatan signifikan. Hingga Jumat (20/3/2026) pagi, tercatat lebih dari seribu penumpang telah memanfaatkan layanan kereta api.
Berdasarkan data sementara hingga pukul 09.00 WIB, jumlah penumpang di Stasiun Lamongan mencapai 1.213 orang. Rinciannya, 442 penumpang berangkat dan 771 penumpang datang. Angka ini diperkirakan masih akan bertambah seiring adanya jadwal perjalanan kereta api hingga malam hari.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya Mahendro Trang Bawono mengatakan tren peningkatan penumpang sudah terlihat sejak awal masa Angkutan Lebaran 2026.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selama periode 11-20 Maret 2026, Stasiun Lamongan telah melayani total 11.968 pelanggan, dengan 4.028 penumpang berangkat dan 7.940 penumpang datang," ujarnya.
Mahendro menambahkan, secara keseluruhan selama masa Angkutan Lebaran yang berlangsung mulai 11 Maret 2026 (H-10) hingga 1 April 2026 (H+10), jumlah penumpang di Stasiun Lamongan diproyeksikan mencapai 24.520 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 11.604 penumpang berangkat dan 12.916 penumpang datang.
Ia menjelaskan, puncak arus mudik di Stasiun Lamongan telah terjadi pada 15 Maret 2026, dengan total 1.422 penumpang dalam sehari. Sementara untuk arus balik, diprediksi akan mencapai puncaknya pada 23 Maret 2026, dengan jumlah penumpang sekitar 1.310 orang.
"Untuk mendukung kelancaran perjalanan selama masa Angkutan Lebaran 2026, setiap hari Stasiun Lamongan melayani 30 perjalanan kereta api jarak jauh, terdiri dari 26 perjalanan reguler dan empat perjalanan tambahan," jelasnya.
KAI Daop 8 Surabaya juga mengimbau para penumpang untuk datang lebih awal ke stasiun guna menghindari keterlambatan.
"Kami mengingatkan pelanggan agar tidak datang terlalu mepet dengan jadwal keberangkatan serta memastikan perjalanan sesuai dengan relasi yang tertera pada tiket," pungkas Mahendro.
(irb/abq)
