LPG Subsidi Sulit Dibeli, Warga Bojonegoro Masak Menu Lebaran Pakai Kayu

LPG Subsidi Sulit Dibeli, Warga Bojonegoro Masak Menu Lebaran Pakai Kayu

Ainur Rofiq - detikJatim
Jumat, 20 Mar 2026 13:30 WIB
Warga Bojonegoro masak hidangan Lebaran menggunakan kayu bakar karena LPG 3 kg langka.
Warga Bojonegoro masak hidangan Lebaran menggunakan kayu bakar karena LPG 3 kg langka. Foto: Ainur Rofiq/detikJatim
Bojonegoro -

Kelangkaan LPG subsidi 3 kilogram atau gas melon masih dirasakan warga di wilayah tengah kota Bojonegoro sejak beberapa hari terakhir. Harga yang tembus Rp30 ribu per tabung membuat masyarakat kesulitan, bahkan harus mencarinya hingga ke kelurahan lain.

Rahul Oscarra, warga Ledok Wetan, Kecamatan Bojonegoro, mengaku sudah beberapa hari terakhir kesulitan mendapatkan gas subsidi tersebut. Padahal, ia tinggal di kawasan perkotaan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sekarang susah sekali cari LPG 3 kilogram. Kalau pun ada, harganya sudah Rp 30 ribu. Saya kemarin dapatnya harus cari ke kelurahan lain, itu pun terbatas," ujar Rahul, Jumat (20/3/2026).

ADVERTISEMENT

Kondisi ini memaksa beberapa warga beralih ke cara lama. Rahul menuturkan keluarganya kini kembali menggunakan kayu bakar untuk memasak kebutuhan sehari-hari maupun hidangan Lebaran.

"Tadi sore bulik (tante) masak kikil, tapi karena gasnya tidak ada, akhirnya pakai kayu bakar. Sudah lama tidak lihat pemandangan seperti ini sejak tinggal di tengah kota," imbuh Rahul.

Ia pun mempertanyakan kondisi distribusi LPG subsidi yang dinilai tidak sesuai dengan pernyataan pemerintah. Terlebih, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya menyebut stok LPG aman menjelang Lebaran.

"Kami berharap ada penjelasan dari Pertamina Patra Niaga terkait kelangkaan ini. Soalnya, beberapa waktu lalu sempat disampaikan stok aman, tapi di lapangan justru langka," tegasnya.

Meski demikian, Rahul mencoba mengambil sisi positif dari kondisi tersebut. Menurutnya, kelangkaan LPG justru membuat warga kembali menggunakan cara tradisional.

"Ya menyebalkan memang, tapi ada hikmahnya juga. Kami jadi kembali ke alam. Semoga saja masakan lebih sedap dan kondisi ini segera normal," tandasnya.




(irb/irb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads