Kepadatan warga mulai terlihat di kawasan Pasar Buah Ranuyoso, Kabupaten Lumajang. Selain meningkatnya volume kendaraan pemudik, aktivitas warga yang berbelanja kebutuhan Lebaran juga memadati area pasar hingga meluber ke badan jalan.
Kondisi ini membuat kemacetan tak terhindarkan. Situasi kian diperparah banyaknya pedagang buah yang sengaja menjajakan dagangannya di pinggir jalan raya. Para pedagang berdalih berjualan di bahu jalan jauh lebih cepat laku dibandingkan harus masuk ke dalam area pasar yang sudah disediakan pemerintah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti yang dilakukan Dimun, warga Ranuyoso. Ia mengaku sudah 10 tahun berjualan di pasar buah Ranuyoso. Ia memilih berjualan di pinggir jalan lantaran mengaku barang dagangannya lebih banyak laku dibandingkan di dalam pasar.
"Saya jualan di luar pasar karena kalau di dalam pasar dagangannya nggak laku, jadi para pedagang berada di luar semua," ujar salah satu pedagang Dimun kepada detikJatim, Jumat (20/3/2026).
Kemacetan panjang di Pasar Buah Ranuyoso, Kabupaten Lumajang. Foto: Nur Hadi Wicaksono/detikJatim |
Meski antrean kendaraan terus memanjang hingga 2 kilometer, petugas pasar mengeklaim laju kendaraan masih bergerak merayap.
"Ada peningkatan volume kendaraan sehingga mengalami kemacetan. Meskipun demikian kendaraan masih bisa merayap," ujar petugas pasar buah Ahmad Husain.
Petugas pun mengimbau para pemudik untuk menggunakan jalur alternatif guna menghindari potensi kemacetan di dua titik pasar tumpah yang ada di wilayah tersebut.

