Warga Muhammadiyah Pamekasan Padati Lapangan Bakorwil IV Rayakan Idul Fitri

Warga Muhammadiyah Pamekasan Padati Lapangan Bakorwil IV Rayakan Idul Fitri

Akhmad Zaini Zen - detikJatim
Jumat, 20 Mar 2026 09:45 WIB
Warga Muhammadiyah Pamekasan menggelar salat Idul Fitri hari ini, Jumat (20/3/2026).
Warga Muhammadiyah Pamekasan menggelar salat Idul Fitri hari ini, Jumat (20/3/2026).. Foto: Akhmad Zaini Zen/detikJatim
Pamekasan -

Warga Muhammadiyah Pamekasan merayakan Idul Fitri 1447 Hijriah, Jumat (20/3/2026). Sejak pukul 04.30 WIB, jemaah sudah mulai berdatangan dan memadati area Lapangan Bakorwil IV.

Mereka datang dari berbagai wilayah Pamekasan dengan mengenakan pakaian terbaik, mencerminkan suasana hari kemenangan setelah menjalani ibadah puasa selama bulan Ramadan.

Pelaksanaan salat Idul Fitri berlangsung tertib dan lancar. Barisan jemaah tampak rapi memenuhi lapangan, sementara panitia telah menyiapkan segala kebutuhan guna menunjang kelancaran ibadah, mulai dari pengaturan saf hingga sistem pengeras suara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salat Id ini mengangkat tema khotbah "Aktualisasi Idul Fitri dalam Pembinaan Diri dan Keluarga Islami". Khotbah disampaikan Assoc Prof Dr Dian Berkah SHI MHI, yang menekankan pentingnya menjadikan Idul Fitri sebagai titik awal dalam memperbaiki kualitas diri, serta membangun keluarga yang berlandaskan nilai-nilai Islam.

Ia mengajak jemaah untuk tidak hanya merayakan Idul Fitri secara seremonial, tetapi mengimplementasikan nilai-nilai spiritual yang telah diperoleh selama Ramadan dalam membina kehidupan keluarga. Pembinaan diri, menurutnya, harus berjalan seiring upaya menciptakan keluarga harmonis, religius, dan berakhlak mulia.

ADVERTISEMENT

"Peran orang tua sangat penting bagi anak,agar menjadi anak saleh. Anak yang shaleh tidak tercipta dari keluarga yang biasa, melainkan mereka tercipta dari keluarga yang tangguh, sabar, disiplin lagi berkomitmen dalam menanamkan nilai-nilai agama di dalam keluarga," terang Dian berkah di hadapan jemaah, Jumat pagi.

"Dengan usaha itulah, keberadaan seorang anak dapat berubah sebagai amalan yang tidak akan terputus walaupun yang bersangkutan (orang tua) telah mengakhiri kehidupannya di dunia," sambungnya.

Suasana kebersamaan dan kekhusyukan sangat terasa sepanjang pelaksanaan salat hingga khotbah berakhir. Setelah rangkaian ibadah selesai, jemaah saling bersalaman dan bermaaf-maafan, mempererat tali silaturahmi di momen yang penuh berkah tersebut.

Kegiatan ini menjadi salah satu wujud nyata semangat kebersamaan umat Islam di Pamekasan, dalam menyambut hari kemenangan dengan penuh makna dan kebersamaan.



(irb/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads