Pertamina Tambah 172 Ribu Tabung LPG 3 Kg di Banyuwangi

Pertamina Tambah 172 Ribu Tabung LPG 3 Kg di Banyuwangi

Eka Rimawati - detikJatim
Kamis, 19 Mar 2026 14:45 WIB
Pertamina Patraniaga mensuplai LPG 3Kg ke sejumlah pangkalan
Pertamina Patraniaga mensuplai LPG 3Kg ke sejumlah pangkalan (Foto: Istimewa)
Banyuwangi -

Dugaan kelangkaan LPG 3 kilogram subsidi yang melanda sejumlah kecamatan di Banyuwangi memantik respons Pertamina Patra Niaga regional Jatim Balinus. Pertamina mengaku telah meningkatkan jumlah pasokan hingga 11% untuk kesiapan Idul Fitri 2026.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi menegaskan, sebagai langkah antisipatif untuk menjaga ketersediaan LPG bersubsidi, sepanjang Maret 2026 Pertamina telah menyalurkan tambahan pasokan melalui mekanisme fakultatif dan ekstradropping. Khusus di wilayah Banyuwangi, tambahan pasokan diberikan sebesar 11 persen atau setara dengan 172.188 tabung LPG 3 kilogram dari rata-rata penyaluran harian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Melalui mekanisme fakultatif dan ekstradropping termasuk untuk Banyuwangi tambahan pasokan diberikan sebesar 11 persen atau setara dengan 172.188 tabung LPG 3 kilogram dari rata-rata penyaluran harian," terang Ahad, Kamis (19/3/2026).

Ahad menyebut, penambahan dilakukan sejak awal untuk mengantisipasi potensi peningkatan kebutuhan masyarakat sekaligus memastikan LPG bersubsidi tetap tersedia.

ADVERTISEMENT

"Selain itu, Pertamina bersama pemerintah daerah dan aparat terkait juga terus memperkuat pengawasan terhadap distribusi LPG subsidi agar penyalurannya tepat sasaran dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang berhak," tegasnya.

Menurutnya, dugaan kelangkaan LPG subsidi 3 kilogram dipicu oleh meningkatnya konsumsi LPG oleh rumah tangga dan pelaku UMKM di wilayah Banyuwangi. Ahad melanjutkan, bahwa ketersediaan LPG subsidi di tingkat agen maupun pangkalan resmi saat ini masih dalam kondisi aman dan tetap disalurkan sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.




(auh/irb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads