Pemotor Nahas Tewas Tabrak Rombong Gulai di Jalan Rajawali Surabaya

Pemotor Nahas Tewas Tabrak Rombong Gulai di Jalan Rajawali Surabaya

Praditya Fauzi Rahman - detikJatim
Rabu, 18 Mar 2026 16:32 WIB
Petugas dibantu warga sedang memadamkan api dan mengevakuasi korban laka lantas di Jalan Rajawali Surabaya
Caption: Petugas dibantu warga sedang memadamkan api dan mengevakuasi korban laka lantas di Jalan Rajawali Surabaya/Foto: Praditya Fauzi Rahman/detikJatim
Surabaya -

Nasib nahas dialami pemotor saat melintas di Jalan Rajawali Surabaya. Ia tewas di lokasi usai motornya menabrak gerobak penjual gulai dan terbakar.

Data dan informasi yang diperoleh detikJatim menyebut, peristiwa itu terjadi pada Rabu (18/3/2026) sekitar pukul 11.45 WIB. Tepatnya di Jalan Rajawali Nomor 92, Kecamatan Pabean Cantian, Surabaya.

Petugas Command Center 112 Surabaya Ekky Maulana mengatakan, butuh dua unit damkar untuk memadamkan api yang membakar kendaraan dan gerobak tersebut. Usai api padam, didapati seorang pria tergeletak di lokasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang terbakar rombong, pembasahan selesai dan dinyatakan kondusif 11.59 WIB," kata Ekky, Rabu (18/3/2026).

ADVERTISEMENT

Ia menjelaskan rombong tersebut terbakar usai tertabrak pemotor yang tak diketahui identitasnya. Pemotor tersebut ditemukan tergeletak tak bernyawa.

"Penyebab (kebakaran) ditabrak motor, korban 1 orang pengendara motor MD (meninggal dunia)," imbuhnya.

Hal tersebut sempat menghebohkan pengendara dan warga sekitar. Sebab, terjadi kebakaran kecil usai motor Honda Beat warna putih dengan nopol BM 3570 EL menghantam gerobak penjual gulai kacang hijau hingga gerobak tersebut terbakar.

Pemilik gerobak mengalami luka ringan. Sementara pemotor tewas di lokasi kejadian.

Salah satu saksi mata, petugas keamanan gereja yang berjaga di pos, Dodik mengatakan, warga sekitar sempat berupaya memadamkan api. Di antaranya dengan air PAM dan selang milik gereja.

Saat memadamkan api, pemotor itu tergeletak dengan kondisi tertutup kardus. Menurutnya, ia pertama kali mengetahui insiden itu saat dirinya mendengar suara benturan keras.

"(Saat kejadian) saya di dalam (pos jaga), ada suara (benturan) keras, ternyata rombong penjual bubur kacang hijau itu terbakar," ujarnya.

Dodik menduga api cepat membesar lantaran gerobak menggunakan bahan bakar arang dan minyak tanah. Setelah benturan, pemotor sempat bergerak sebelum kemudian muntah darah dan tergeletak.

Sedangkan pemilik gerobak terlihat merintih kesakitan. Tak lama berselang, petugas DPKP dan PMI kota Surabaya tiba di lokasi.



(auh/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads