Pusat Perbelanjaan di Malang Padat, Dishub Terapkan Rekayasa Lalin

Pusat Perbelanjaan di Malang Padat, Dishub Terapkan Rekayasa Lalin

Muhammad Aminudin - detikJatim
Rabu, 18 Mar 2026 09:00 WIB
Dishub Kota Malang mulai siapkan rekayasan lalin antisipasi kepadatan di pusat perbelanjaan
Dishub Kota Malang mulai siapkan rekayasan lalin antisipasi kepadatan di pusat perbelanjaan (Foto: Dok. Istimewa)
Malang -

Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H, geliat aktivitas masyarakat di pusat perbelanjaan Kota Malang mulai menunjukkan peningkatan signifikan. Mengantisipasi kemacetan parah, Dinas Perhubungan resmi memberlakukan rekayasa lalu lintas bersifat insidentil dan situasional.

Langkah ini diambil menyusul mulai terjadinya kepadatan kendaraan di titik-titik vital, terutama di sekitar mal dan pasar tradisional di jantung kota.

Kepala Dishub Kota Malang Widjaja Saleh Putra menjelaskan bahwa kepadatan yang terjadi saat ini bukan disebabkan arus mudik semata, melainkan tingginya mobilitas warga yang berbelanja kebutuhan menjelang Lebaran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sesuai dengan prediksi kami, kepadatan sudah terlihat sejak beberapa hari lalu. Ini lebih karena aktivitas warga yang meningkat di pusat perbelanjaan," ujar Widjaja kepada wartawan, Selasa (17/3/2026).

Beberapa titik yang menjadi perhatian utama petugas antara lain kawasan Alun-Alun Merdeka (Mal Ramayana dan Mal Sarinah), Pasar Besar Malang, Jalan Agus Salim (Matahari Mitra), Jalan S.W. Pranoto (Trend Shop).

ADVERTISEMENT

Salah satu titik krusial rekayasa berada di persimpangan depan Mal Ramayana. Widjaja menyebut, arus kendaraan dari arah Jalan Majapahit dialihkan lurus melewati depan Gereja Kayutangan menuju Jalan Merdeka Utara.

"Rekayasa ini dilakukan agar tidak ada antrean panjang kendaraan yang mengular hingga ke Balai Kota," tegas Widjaja.

Menariknya, rekayasa ini tidak berlaku permanen. Petugas di lapangan akan melihat kondisi secara real-time.

Jika arus melandai, jalur akan dikembalikan normal. Durasi rekayasa biasanya berkisar antara 10 hingga 20 menit.

Berdasarkan pantauan Dishub Kota Malang, lonjakan kendaraan biasanya terjadi pada waktu-waktu tertentu, yakni pukul 16.00 WIB hingga 19.00 WIB. Dengan titik lokasi pusat perbelanjaan dan kawasan kuliner.

"Selain tempat belanja, kawasan yang banyak tempat makannya juga menjadi titik kepadatan, terutama saat waktu berbuka puasa," tambahnya.

Selain fokus pada pusat perbelanjaan, Dishub Kota Malang juga bersiap menghadapi puncak arus mudik Lebaran 2026 yang mengarah ke Kabupaten Malang dan Kota Batu.

Ada satu faktor unik yang diantisipasi tahun ini, yakni libur Hari Raya Nyepi. Berkaca pada tahun sebelumnya, ada potensi 'anomali' di mana wisatawan dari Bali beralih tujuan ke Malang Raya.

"Kami juga bersiaga menghadapi potensi pengalihan wisatawan dari Bali ke Malang Raya karena libur Nyepi ini. Ini sama seperti tren tahun lalu, sehingga mobilitas pemudik dan wisatawan akan bercampur," pungkasnya.




(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads