Polres Blitar Kota menyelidiki penyebab pasti ledakan petasan di Musala Arruba' Dusun Tapan Desa Bakung, Kecamatan Udanawu Kabupaten Blitar. Polisi menyebut ledakan itu terjadi saat proses pembuatan petasan.
Sementara dua korban dalam peristiwa ledakan petasan tersebut masih belum dapat dimintai keterangan lebih lanjut. Itu karena, dua korban mengalami luka bakar yang cukup parah dan membutuhkan perawatan intensif.
"Iya telah terjadi ledakan di Musala Desa Bakung Kecamatan Udanawu, yang mengakibatkan dua korban luka. Saat ini korban masih dalam perawatan medis, dan penyelidikan tetap berlangsung," kata Kapolres Blitar Kota AKBP Kalfaris T. Lalo kepada detikJatim, Selasa (17/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalo menegaskan pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti ledakan petasan tersebut. Meskipun harus menunggu keterangan dari dua korban yang masih dirawat tersebut.
Menurutnya, ledakan tersebut terjadi akibat petasan. Namun, pemicu petasan itu dapat meledak masih dalam penyelidikan.
"Kami pastikan ledakan ini akibat petasan, tapi kami belum tahu bagaimana pemicu petasan itu bisa meledak," terangnya.
Musala yang mengalami kerusakan akibat ledakan petasan itu telah dilakukan sterilisasi. Termasuk mendatangkan tim jibom untuk melakukan netralisasi bahan peledak.
"Saat ini TKP sudah netral, aman tapi masih dalam pengawasan dan dipasangi garis polis. Ini untuk kebutuhan penyelidikan," katanya.
Menurut Lalo berdasarkan hasil olah TKP awal, anggota mendapati beberapa alat yang dapat disimpulkan untuk digunakan meracik petasan. Termasuk beberapa selongsong yang telah diamankan.
"Sementara kami belum tahu apakah MZAF (16) dan MAP (19) sedang meracik petasan atau bagaimana. Kami masih menunggu keterangan dari yang bersangkutan, dan mengumpulkan informasi dari warga sekitar," jelasnya.
Sebelumnya, Ledakan petasan terjadi di Mushala Arruba' Dusun Tapan, Desa Bakung Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar. Petasan itu diduga meledak saat tengah diracik.
Kapolsek Udanawu AKP Achmat Rochan menyebut peristiwa ledakan petasan itu diduga terjadi pada tengah malam. Anggota menerima laporan dari warga sekitar pukul 00.30 WIB.
Saat di lokasi, polisi langsung melakukan olah TKP dan meminta keterangan dari saksi. Polisi menemukan kerusakan pada atap mushala. Sementara beberapa barang yang diduga petasan telah dipindahkan di halaman belakang mushala.
"Mushala sudah dalam keadaan dibersihkan, tapi anggota menemukan sisa-sisa ledakan di belakang halaman mushala. Selanjutnya dilakukan pemasangan police line," terangnya saat ditemui di Polsek Udanawu, Selasa (17/3/2026).
(auh/abq)











































