Malam 29 Ramadan 2026 Kapan? Ini Jadwal dan Amalan yang Dianjurkan

Malam 29 Ramadan 2026 Kapan? Ini Jadwal dan Amalan yang Dianjurkan

Chilyah Auliya - detikJatim
Selasa, 17 Mar 2026 22:00 WIB
Ilustrasi malam Lailatul Qadar.
Ilustrasi malam Lailatul Qadar. Foto: Freepik
Surabaya -

Tak terasa, perjalanan spiritual di bulan suci Ramadhan segera mencapai puncaknya. Memasuki fase akhir, salah satu momen yang paling dinantikan adalah malam-malam ganjil, termasuk malam ke-29 Ramadhan.

Banyak umat Islam memanfaatkan malam-malam terakhir Ramadhan untuk meningkatkan ibadah. Pasalnya, pada rentang waktu inilah diyakini terdapat Lailatul Qadar, malam yang kemuliaannya lebih baik dari seribu bulan.

Jadwal Malam 29 Ramadhan 2026

Perbedaan metode penentuan awal Ramadhan membuat perhitungan malam ke-29 juga bisa berbeda. Berdasarkan kalender hijriah yang digunakan pemerintah Indonesia, malam ke-29 Ramadhan 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada Rabu malam 18 Maret 2026.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, menurut perhitungan kalender hijriah yang digunakan Muhammadiyah, malam ke-29 Ramadhan diperkirakan jatuh pada Selasa malam 17 Maret 2026. Perbedaan ini terjadi karena metode penentuan awal bulan hijriah yang berbeda.

ADVERTISEMENT

Amalam Malam 29 Ramadhan

Meski terdapat perbedaan perhitungan tanggal, umat Islam tetap dianjurkan untuk memperbanyak ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadhan. Malam ke-29 yang termasuk malam ganjil menjadi salah satu waktu yang dianjurkan untuk meningkatkan amalan, karena berpeluang bertepatan dengan malam Lailatul Qadar.

1. Menghidupkan Qiyamul Lail (Sholat Malam)

Salah satu amalan utama di penghujung Ramadhan adalah menghidupkan qiyamul lail atau sholat malam. Rasulullah SAW diketahui meningkatkan intensitas ibadahnya saat memasuki sepuluh hari terakhir Ramadhan. Dalam hadis riwayat Ahmad disebutkan:

"Pada dua puluh hari pertama Ramadhan Nabi masih menggabungkan antara shalat, puasa, dan tidur. Ketika memasuki sepuluh hari terakhir, beliau bersungguh-sungguh dan mengencangkan sarungnya."

2. Membangunkan Keluarga untuk Beribadah

Ibadah di akhir Ramadhan tidak hanya menjadi urusan pribadi. Rasulullah SAW juga mencontohkan pentingnya mengajak keluarga untuk meraih keberkahan malam-malam terakhir bulan suci ini.

Ia membangunkan istri dan anggota keluarganya agar tidak melewatkan kesempatan beribadah pada malam yang penuh kemuliaan. Kebiasaan ini sekaligus mempererat ikatan spiritual dalam keluarga.

3. Iktikaf

Iktikaf menjadi amalan yang sangat dianjurkan pada sepuluh hari terakhir Ramadhan. Dengan berdiam diri di masjid sambil berzikir, membaca Al-Qur'an, dan berdoa, seseorang dapat lebih fokus beribadah tanpa terganggu urusan duniawi. Iktikaf menjadi momen menenangkan hati sebelum kembali ke rutinitas setelah Lebaran.

4. Memperbanyak Sedekah

Kedermawanan merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan selama Ramadhan. Rasulullah SAW dikenal sebagai sosok yang sangat dermawan, bahkan kedermawanannya semakin meningkat pada sepuluh hari terakhir.

Sedekah tidak harus dalam jumlah besar. Memberi makanan berbuka, membantu tetangga yang membutuhkan, atau berbagi kepada sesama juga termasuk amalan yang pahalanya dilipatgandakan.

5. Berburu Lailatul Qadar di Malam Ganjil

Salah satu tujuan utama meningkatkan ibadah pada sepuluh malam terakhir adalah meraih kemuliaan Lailatul Qadar. Karena waktunya dirahasiakan, umat Islam dianjurkan bersungguh-sungguh beribadah pada setiap malam ganjil, termasuk malam ke-29 Ramadhan.

Beribadah pada malam tersebut diyakini memiliki pahala setara dengan beribadah selama lebih dari 83 tahun. Rasulullah SAW bersabda: "Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan." (HR Bukhari dan Muslim)

6. Memperbanyak Doa Ampunan

Ada doa yang diajarkan Rasulullah SAW kepada Sayyidah Aisyah RA untuk dibaca pada malam-malam terakhir Ramadhan. Doa ini singkat, tetapi memiliki makna yang mendalam karena memohon pengampunan dosa.

Arab Latin: Allahumma innaka 'afuwwun kariimun tuhibbul 'afwa fa'fu 'annii.

Artinya: Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.

Malam ke-29 Ramadhan bukan sekadar hitung mundur menuju Idul Fitri. Ini menjadi kesempatan untuk menutup bulan suci dengan ibadah terbaik dan berharap mendapatkan husnul khatimah. Karena itu, jangan sampai kesibukan menyiapkan Lebaran membuat kita lalai dari ibadah di malam-malam terakhir Ramadhan.




(dpe/irb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads