Menyusul ledakan yang merusak bangunan di Masjid Raya Pesona, di perumahan Pesona Regency, Kelurahan/Kecamatan Patrang, Jember, pihak kepolisian memutuskan untuk menonaktifkan seluruh aktivitas rumah ibadah tersebut demi kepentingan penyelidikan. Keputusan ini juga menghentikan rutinitas warga, terutama tradisi sahur berjamaah.
Sebelumnya, ledakan yang menggegerkan warga ini terjadi saat salat Tarawih berjemaah.
"Kebiasaan kami, setiap jam tiga pagi audio masjid otomatis hidup untuk menyambut sahur. Gara-gara kejadian ini, suasana dan sahur berjamaah harus terhenti," kata Pengurus Masjid yang juga bertanggung jawab atas operasional audio, Kholis, Selasa (17/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selanjutnya, kata dia, seluruh fasilitas masjid saat ini dalam status steril. Langkah ini diambil untuk menjaga tempat kejadian perkara (TKP) tetap utuh selama proses identifikasi berlangsung.
"Berdasarkan instruksi pihak kepolisian, masjid sementara tidak diaktifkan dulu selama proses penyelidikan berjalan," ujarnya.
Dampak yang paling dirasakan warga, kata dia, adalah hilangnya "suara" masjid saat dini hari. Biasanya, pengeras suara masjid menjadi denyut nadi lingkungan sekitar untuk membangunkan warga dan memandu aktivitas sahur.
"Biasanya sistem audio yang biasanya aktif otomatis pukul 03.00 WIB kini harus dipadamkan. Jadi tidak ada lagi gema zikir atau pengumuman sahur yang menjadi ciri khas Ramadan di perumahan ini," paparnya.
"Kami berharap proses hukum segera tuntas agar masjid bisa kembali berfungsi sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial, mengingat bulan suci Ramadan masih menyisakan banyak momen yang seharusnya dijalani bersama-sama. Apalagi, ini sudah mendekati lebaran," tandasnya.
(irb/hil)
