Puluhan sopir pickup menggelar protes atas pemberlakuan Tiba Bongkar Berangkat (TBB) di dermaga LCM Pelabuhan Ketapang Banyuwangi. Kebijakan TBB ini diberlakukan ASPD karena imbas kemacetan di Gilimanuk.
Aksi protes tersebut terjadi sekitar pukul 21.00 WIB lantaran mereka tertahan lebih lama di pelabuhan Ketapang sehingga barang yang harusnya bisa segera tiba di Gilimanuk tertunda hingga lebih dari 1 jam.
Wibowo Wibi (36) warga Songgon Banyuwangi yang membawa pickup dengan muatan janur terpaksa menunggu hingga hampir 2 jam, namun pada gilirannya masuk kapal, ia justru ditolak lantaran kapal yang bersandar di dermaga LCM hanya membongkar penumpang tanpa membawa muatan saat kembali ke Gilimanuk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak ada sosialisasi, tidak diberitahukan sejak awal kalau ada kebijakan ini. Kami yang penting harus sampai Bali dulu, urusan disana macet ada solusi untuk bawa janur-janur ini ke konsumen," jelas Wibi, Senin (16/3/2026).
Wibi mengaku resah karena janur-janur pesanan itu harus segera terkirim. Hampir seluruh janur yang ia bawa merupakan pesanan dari Bali yang akan dipergunakan sebagai sarana ibadah Nyepi.
"Ini janur buat Nyepi juga, kalau gak segera dikirim nanti jadi ketupat. Tahun lalu saya sudah mengalami kok sekarang lagi," imbuhnya.
Sementara Hermanto (42) salah seorang Sopir yang berniat menyeberang pun harus kecewa lantaran tak ada pemberitahuan akan ada pemberlakuan pola TBB.
"Ya ini gimana, gak ada pemberitahuan. Sudah terlanjur antri sejak pagi tidak ada kesempatan naik kapal, terangnya
Yudi menjadi salah satu pengguna jasa penyeberangan yang tertahan hampir 2 jam. Ia berharap waktu tunggunya tidak semakin panjang lantaran penundaan tersebut.
(ihc/abq)
