Bulan Ramadan memiliki kedudukan istimewa dalam Islam karena menjadi waktu turunnya Al-Qur'an. Peristiwa ini dikenal sebagai Nuzulul Qur'an dan menjadi salah satu momen penting dalam sejarah perkembangan Islam.
Pengasuh Madrasah Diniyah Hidayatul Mubtadiin KH Muhammad Abdul Mughis menjelaskan bahwa Al-Qur'an diturunkan oleh Allah SWT melalui proses yang panjang sebelum sampai kepada Nabi Muhammad SAW. Proses turunnya Al-Qur'an dimulai ketika Allah menempatkannya di Lauhul Mahfudz. Setelah itu, Al-Qur'an diturunkan ke Baitul Izzah.
"Pertama diletakkan di Lauhul Mahfudz, kemudian diturunkan dari Lauhul Mahfudz ke Baitul Izzah. Baitul Izzah itu adalah langit dunia. Turunnya dari Lauhul Mahfudz ke Baitul Izzah terjadi pada bulan Ramadan dan diturunkan secara keseluruhan," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peristiwa turunnya Al-Qur'an tersebut juga dijelaskan dalam Al-Qur'an, salah satunya dalam Surat Al-Qadr.
اِنَّا اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ
"Ayat tersebut menjelaskan turunnya Al-Qur'an pada malam Lailatul Qadar," kata KH Mughis kepada detikJatim.
Selain itu, turunnya Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad SAW juga dijelaskan dalam Surah Al-Baqarah ayat 185.
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ
"Para ulama sepakat bahwa ayat tersebut menjelaskan tentang Nuzulul Qur'an, yaitu turunnya Al-Qur'an melalui perantara Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW," terangnya.
Ia menambahkan, Al Qur'an sebagai wahyu pertama, diterima Nabi Muhammad SAW saat berada di Gua Hira. Wahyu tersebut berupa ayat pertama Surah Al-Alaq.
اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَ
خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ
اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْاَكْرَمُ
"Wahyu pertama yang diterima Nabi adalah iqra' bismi rabbikalladzi khalaq. Dari sinilah kemudian Al-Qur'an diturunkan sedikit demi sedikit," jelasnya.
KH Abdul Mughis mengatakan, setelah menerima wahyu pertama tersebut Nabi Muhammad SAW pulang ke rumah Siti Khadijah. Setelah itu, wahyu kembali turun berupa Surah Al-Muddatstsir.
Setelah itu, proses turunnya Al-Qur'an tidak terjadi sekaligus, melainkan secara bertahap mengikuti perjalanan dakwah Nabi Muhammad SAW.
"Al-Qur'an diturunkan sedikit demi sedikit sesuai dengan masa kenabian Nabi Muhammad SAW hingga sekitar 22 tahun lamanya," katanya.
Ia juga menjelaskan bahwa urutan surat dalam mushaf Al-Qur'an yang digunakan umat Islam saat ini tidak berdasarkan urutan turunnya wahyu.
"Kenapa Al-Qur'an yang ada sekarang dimulai dengan Surah Al-Fatihah lalu Al-Baqarah, Ali Imran sampai yang terakhir An-Naas? Itu karena pada bulan Ramadan Nabi Muhammad bertadarus dengan Malaikat Jibril," ujarnya.
Melalui peristiwa tadarus tersebut, Malaikat Jibril menyampaikan urutan ayat dan surah Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad SAW sebagaimana yang tercatat di Lauhul Mahfudz.
"Dalam tadarus itu Jibril menyampaikan urutan-urutan Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad dari awal sampai akhir seperti yang ada di Lauhul Mahfudz," pungkasnya.
(ihc/dpe)











































