Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur kembali mengalami erupsi pada Minggu pagi (15/3/2026). Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Semeru, aktivitas erupsi terjadi sebanyak empat kali dalam rentang waktu pukul 05.00 WIB hingga 07.00 WIB.
Erupsi itu memuntahkan kolom abu vulkanik setinggi sekitar 1.200 meter dari puncak. Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas cukup tebal, mengarah ke timur hingga tenggara.
Aktivitas erupsi ini juga terekam oleh alat seismograf dengan amplitudo maksimum mencapai 22 mm dan durasi gempa sekitar 133 detik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, mengatakan erupsi tersebut merupakan bagian dari aktivitas vulkanik yang masih terus berlangsung.
"Gunung Semeru mengalami erupsi dengan tinggi kolom abu teramati setinggi 1.200 meter," ujar Petugas Pos pengamatan gunung Semeru Sigit Rian Alfian dalam laporan tertulis yang diterima kepada detikJatim, Minggu (15/3/2026).
Saat ini, status aktivitas Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga. Petugas mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di area berbahaya di sekitar gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut.
Warga dilarang beraktivitas dalam radius sejauh 13 kilometer dari puncak Gunung Semeru. Selain itu, masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya lanjutan.
Potensi tersebut antara lain berupa awan panas guguran, aliran lava, hingga lahar yang dapat terjadi di sepanjang aliran sungai yang berhulu dari puncak Gunung Semeru.
"Masyarakat diimbau tidak melakukan aktifitas di radius 13 kilometer dari puncak," pungkas Sigit.
(ihc/dpe)











































