Heboh Siomay MBG di Nganjuk Keras Seperti Batu Bikin SPPG Minta Maaf

Round Up

Heboh Siomay MBG di Nganjuk Keras Seperti Batu Bikin SPPG Minta Maaf

Amir Baihaqi - detikJatim
Minggu, 15 Mar 2026 09:00 WIB
MBG siomay di Nganjuk yang keras seperti batu
Video menu siomay MBG di Nganjuk yang keras seperti batu (Foto: Dok. Istimewa)
Nganjuk -

Sebuah video berisi narasi menu somay Makan Bergizi Gratis (MBG) di Nganjuk keras seperti batu viral di media sosial. Akibat video tersebut, pihak satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) meminta maaf.

Dalam video yang beredar tampak sebuah tangan sedang memukul benda seperti siomay berulang-ulang hingga pecah. Suara tertawa beberapa wanita juga nyaring terdengar.

"Gak ngatasi. Perjuangan arepe mangan MBG Iki. Iki digawe soko opo Iki. (Tidak ngatasi. Perjuangan hendak makan (menu) MBG ini. Ini terbuat dari apa ya)," suara salah satu wanita sembari tertawa, dikutip detikJatim.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam video yang beredar, disebutkan bahwa menu siomay MBG tak layak makan itu hasil produksi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mojorembun di Nganjuk.

ADVERTISEMENT

"Siomay MBG di Mojorembun Rejoso keras seperti batu," tulis salah satu akun Instagram.

Video yang beredar mendapat berbagai respons dari warganet. Ada yang menertawakan, ada yang berkomentar serius hingga menyapa Badan Gizi Nasional (BGN).

Sementara Satgas MBG Kabupaten Nganjuk, Judy Ernanto membenarkan adanya laporan terkait menu siomay keras dari dapur SPPG Mojorembun tersebut.

"Ya itu sudah dua hari yang lalu ya. Memang benar itu (menu siomay keras di SPPG Mojorembun)," ujar Judi saat dikonfirmasi, Minggu (15/3/2026).

Menurut Judy, pihaknya langsung memberikan peringatan kepada pengelola SPPG agar lebih memperhatikan kualitas makanan yang disajikan kepada penerima manfaat program MBG.

"Kita terus mengingatkan agar jangan menyediakan menu yang tidak semestinya. Kelayakan makanan harus diutamakan agar tidak membuat kegaduhan di lapangan," ujarnya.

Selain itu, kata Judi, kualitas makanan juga harus dijaga agar tidak merugikan para penerima manfaat program MBG. Khususnya para pelajar yang menjadi sasaran program tersebut.

Judi menambahkan setelah viral video tersebut, pihak SPPG Mojorembun, Rejoso telah menyampaikan permintaan maaf. Permintaan maaf itu bahkan telah diposting di media sosial.

"Benar, itu surat dari Kepala SPPG Nganjuk Mojorembun. Sudah diposting juga di akun TikTok-nya," tandas Judy.



(ihc/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads