Wisata Gunung Bromo Ditutup 2 Hari Saat Peringatan Nyepi

Wisata Gunung Bromo Ditutup 2 Hari Saat Peringatan Nyepi

Muhammad Aminudin - detikJatim
Sabtu, 14 Mar 2026 21:00 WIB
Wisata Gunung Bromo
Wisata Gunung Bromo. (Foto: dok. M Rofiq/detikJatim)
Malang -

Obyek wisata Gunung Bromo ditutup pada 19-20 Maret 2026 untuk memperingati Hari Raya Nyepi. Pembukaan akan dilakukan sehari setelah dua hari penutupan itu.

"Kami akan menutup kawasan Bromo pada 19-20 Maret 2026 (cuti bersama sampai Hari Raya Nyepi) itu dilakukan full ya. Untuk pembukaan kembali pada 21 Maret 2026," kata Kepala Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Balai Besar TNBTS Septi Eka Wardhani kepada wartawan, Sabtu (14/3/2026).

Balai Besar TNBTS sendiri telah menyiarkan penutupan kawasan Gunung Bromo yang akan di mulai pada pukul 00.00 WIB dan kembali buka pada pukul 12.00 WIB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penutupan di Gunung Bromo menjadi bagian penghormatan dan menjunjung nilai toleransi terhadap para umat Hindu yang akan melaksanakan Nyepi.

Balai Besar TNBTS tak ingin aktivitas wisata justru mengganggu kesakralan momen hari raya keagamaan.

ADVERTISEMENT

Sedangkan, untuk saat Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Balai Besar TNBTS menetapkan pelaksanaan operasional akan dilakukan setelah pelaksanaan shalat id.

Namun, hal ini masih menunggu keputusan pemerintah terkait penetapan jadwal momen Idul Fitri 1447 Hijriah.

"Misal Idul Fitri jatuh pada 21 Maret 2026 kami akan membuka setengah hari. Tapi setelah itu akan buka dari dini hari sampai pukul lima sore," katanya.

TNBTS telah melakukan serangkaian persiapan untuk melayani kedatangan wisatawan ketika hari libur Lebaran berlangsung.

Mulai dari pengetatan pemantauan kawasan, pemeriksaan fasilitas atau sarana prasarana umum, hingga berkoordinasi dengan TNI, Polri, dan pemerintah daerah soal penerapan mekanisme pengamanan.

Diperkirakan sepanjang momen Lebaran 2026 destinasi pariwisata Gunung Bromo akan dikunjungi setidaknya 5.000 wisatawan.

Balai Besar TNBTS saat ini juga memberlakukan penutupan total pada kawasan Ranu Regulo hingga batas waktu yang belum ditentukan. Hal tersebut disebabkan karena faktor cuaca ekstrem.

Pembukaan Ranu Regulo akan dilakukan apabila kondisi cuaca sudah dinyatakan memungkinkan dan tidak berpotensi membahayakan keselamatan wisatawan.

"Karena di sana banyak pohon, kami khawatir ada yang tumbang," pungkasnya.




(ihc/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads