Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mojorembun, Rejoso, Nganjuk akhirnya minta maaf atas viralnya menu siomay yang keras seperti batu.
Surat permohonan maaf itu diposting SPPG Mojorembun melalui akun TikTok miliknya. Surat itu dikonfirmasi Satgas MBG Kabupaten Nganjuk, Judy Ernanto.
"Benar, itu surat dari Kepala SPPG Nganjuk Mojorembun. Sudah diposting juga di akun TikTok-nya," ujar Judy dikonfirmasi detikJatim, Sabtu (14/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Judy menyatakan bahwa pihaknya langsung memberikan peringatan kepada pengelola SPPG agar lebih memperhatikan kualitas makanan yang disajikan kepada penerima manfaat program MBG.
"Kita terus mengingatkan agar jangan menyediakan menu yang tidak semestinya. Kelayakan makanan harus diutamakan agar tidak membuat kegaduhan di lapangan," ujarnya.
Selain itu, kata Judi, kualitas makanan juga harus dijaga agar tidak merugikan para penerima manfaat program MBG. Khususnya para pelajar yang menjadi sasaran program tersebut.
Terpisah Kepala SPPG Mojorembun, Muhamad Agung Hidayat Ali menyebut bahwa siomay yang keras itu merupakan kesalahan teknis dalam pengolahan.
"Ada kesalahan teknis pengolahan. Kami juga sudah mengganti menunya. Sudah kami konfirmasi ke sekolah-sekolah, ada pengganti menu yang rusak," ungkap Agung ketika dihubungi detikJatim.
Berikut surat permintaan maaf SPPG Mojorembun, Nganjuk:
SURAT PERMOHONAN MAAF
Nganjuk, 14 Maret 2026
Sehubungan dengan unggahan yang viral di media sosial terkait Menu MBG siomay yang didistribusikan pada Kamis, 12 Maret 2026 oleh SPPG Nganjuk Rejoso Mojorembun.
Kami SPPG Nganjuk Rejoso Mojorembun menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian ini. Kami sangat menyesal terkait menu siomay yang kami sajikan.
Kami sangat berterimakasih atas segala masukan dan kritik terhadap dapur ini. Kami tidak berniat sedikitpun memberi sajian yang kurang layak kepada penerima manfaat. Kami mengakui bahwa kami melakukan kesalahan.
Berdasarkan kejadian tersebut kami dari pihak SPPG Nganjuk Rejoso Mojorembun telah memberikan ganti yaitu susu sebagai kompensasi pengganti yang telah kami distribusikan pada hari Jumat, 13 Maret 2026.
Kami berkomitmen untuk memperbaiki situasi ini dan menjadi lebih baik lagi untuk kedepannya dalam menjalankan program Makan Bergizi Gratis ini. Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya.
(ihc/abq)
