Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meninjau langsung proses memasak Kolak Ayam atau Sanggring di area Masjid Jami' Sunan Dalem, Desa Gumeno, Kecamatan Manyar. Tradisi yang digelar setiap malam ke-23 Ramadan ini telah berlangsung selama ratusan tahun.
Bupati yang akrab disapa Gus Yani itu mengapresiasi keberlangsungan tradisi Sanggring yang telah berusia sekitar 501 tahun. Menurutnya, tradisi tersebut bukan sekadar kegiatan kuliner, melainkan juga simbol spiritual dan penghormatan terhadap perjuangan dakwah Sunan Dalem, putra Sunan Giri.
"Tradisi kolak ayam ini adalah wujud apresiasi sekaligus upaya melestarikan budaya peninggalan Sunan Dalem, salah satu tokoh penyebar agama Islam di pesisir utara Gresik sekitar tahun 1541 Masehi," kata Gus Yani, Kamis (12/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan, sejarah kolak ayam bermula dari kisah Sunan Dalem yang membuat masakan tersebut sebagai obat saat dirinya sakit ketika membangun masjid di Desa Gumeno dalam rangka menyebarkan Islam.
"Resep itu ternyata mujarab karena bisa menyembuhkan sakitnya Sunan Dalem, bahkan juga warga sekitar," ujarnya.
Gus Yani menegaskan, Sanggring Kolak Ayam merupakan tradisi ratusan tahun yang harus terus dilestarikan. Selain sebagai kuliner warisan leluhur, masyarakat juga meyakini hidangan tersebut memiliki khasiat sebagai obat.
Ia pun mengajak generasi muda untuk terus mengenal dan memahami tradisi ini agar tetap bertahan di tengah perkembangan Gresik sebagai kota industri.
"Generasi muda harus diberi wawasan tentang tradisi kolak ayam ini agar tetap lestari di tengah kemajuan zaman," ungkapnya.
Tradisi kolak ayam di Desa Gumeno juga telah mendapat pengakuan nasional. Pada tahun 2019, tradisi ini ditetapkan sebagai salah satu Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WBTbI).
"Ini memperkuat identitas sosial dan religi masyarakat Gresik," pungkasnya.
Dalam pelaksanaannya, tradisi memasak Kolak Ayam Sanggring tahun ini menggunakan sekitar 240 ekor ayam, 225 kilogram bawang daun, 525 butir kelapa, 650 kilogram gula merah, serta 50 kilogram jinten bubuk. Hidangan tersebut nantinya akan disajikan untuk sekitar 3.000 porsi bagi para tamu yang hadir.
(auh/dpe)











































