Motor Roda Tiga Jadi Andalan Warga Terdampak Banjir di Lamongan

Motor Roda Tiga Jadi Andalan Warga Terdampak Banjir di Lamongan

Eko Sudjarwo - detikJatim
Kamis, 12 Mar 2026 13:45 WIB
Motor Roda Tiga Jadi Andalan Warga Terdampak Banjir di Lamongan
Motor roda tiga jadi andalan warga terdampak banjir di Lamongan/Foto: Eko Sudjarwo/detikJatim
Lamongan -

Banjir akibat luapan Bengawan Jero hingga kini masih melanda sebagian wilayah di Lamongan. Selain perahu, motor roda tiga dan becak motor menjadi andalan transportasi warga untuk beraktivitas.

Salah satu desa yang hingga kini masih dilanda banjir akibat luapan Bengawan Solo adalah Desa Putatkumpul, Kecamatan Turi. Di desa ini, banjir telah merendam permukiman lebih dari tiga bulan sehingga aktivitas warga menjadi terganggu dan terbatas.

"Iya mas, masih banjir sekarang," kata salah seorang warga desa, Irnawati kepada wartawan, Kamis (12/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain perahu, alat transportasi lain yang kini menjadi andalan adalah motor roda tiga dan becak motor. Dua moda transportasi inilah yang digunakan warga untuk menerjang banjir saat beraktivitas. Pasalnya, sepeda motor biasa dipastikan akan mogok atau terjatuh jika nekat menerjang banjir.

ADVERTISEMENT

"Sekarang kita mengandalkan motor roda tiga dan becak motor untuk bepergian keluar desa," ujarnya.

Berapa biaya yang harus dikeluarkan warga untuk naik motor roda tiga atau becak motor ini? Irna menyebut, untuk sekali bepergian dengan menggunakan ojek roda tiga, warga harus merogoh kocek sebesar Rp 5 ribu dengan jarak sekitar 3 km menuju desa terdekat.

"Lima ribu rupiah mas sekali ke luar desa," akunya.

Jumlah ojek motor roda tiga yang beroperasi di desa ini juga terbatas. Tercatat hanya ada dua motor roda tiga dan satu becak motor milik warga yang digunakan untuk melayani transportasi.

"Kalau motor roda tiga hanya ada 2 yang punya, sedangkan becak motor hanya ada 1 orang saja yang punya," imbuhnya.

Selain motor roda tiga dan becak motor, alat transportasi lain yang juga dimanfaatkan warga adalah perahu. Namun, tidak semua sungai di desa tersebut dapat dilalui perahu.

Pasalnya, sebagian sungai dipenuhi enceng gondok sehingga menyulitkan perahu untuk melintas.

"Bisa naik perahu, tapi tidak semua bisa dilalui perahu karena sungainya juga penuh enceng gondok," paparnya.

Di tengah banjir yang masih terjadi ini, warga hanya bisa berharap air segera surut. Mereka berharap saat Lebaran nanti banjir sudah tidak lagi menggenangi desa sehingga bisa merayakan hari raya dengan tenang.

"Harapannya semoga banjir segera surut dan lebaran nanti kita bisa bebas banjir," pungkasnya.



(auh/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads