Sudah lebih dari sebulan, lubang di Jalan Kertomenanggal Surabaya ditambal secara mandiri oleh warga sekitar. Warga menambal lubang jalan itu dengan kerikil hingga batok kelapa. Tak heran ruas jalan yang dekat dengan pelintasan rel Kereta Api Waru itu kerap dipenuhi sabut kelapa.
Pantauan detikJatim di lokasi, ada sedikitnya 4 lubang besar di ruas jalan itu. Dua lubang tak jauh dari tikungan dekat perlintasan rel dan dua lainnya berada tepat di depan warung pedagang kelapa pinggir jalan.
Lubang-lubang itu tampak diisi dengan batok kelapa, batu, hingga paving bekas. Lubang yang ada di jalanan itu tampak cukup dalam mencapai sejengkal tangan orang dewasa. Penambalan 'darurat' ini dilakukan agar tidak menimbulkan bahaya bagi pengendara yang melintas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
kedalaman jalan berlubang yang ditambal warga dengan batok kelapa di Kertomenanggal Surabaya mencapai sejengkal orang dewasa. (Foto: Anastasia Trifena/detikJatim) |
Zainul yang menginisiasi. Ia adalah warga sekitar yang membantu pedagang kelapa berjualan. Melihat lubang yang semakin dalam dan sering membahayakan pengendara, ia kemudian memanfaatkan sisa batok kelapa untuk menutupnya sementara.
"Kan banyak sisa-sisa kelapa, daripada dibuang, kan pakai kelapa lebih enak (buat nambal), kalau kena sepeda kan enak, empuk, nggak keras kayak batu gitu lo. Lebih aman," kata Zainul saat ditemui detikJatim, Kamis (12/3/2026).
Menurutnya, lubang itu sudah ada sejak lebih dari sebulan lalu dan semakin membesar karena sering diguyur hujan serta dilintasi kendaraan berat.
"Ya sejak lama, lama. Lebih dari sebulan. Soale kan awale kecil (lubangnya) terus jadi gede, karena kena hujan. Kadang kan kendaraan-kendaraan berat lewat sini juga," ujarnya.
Ia mengaku beberapa kali melihat pengendara terjatuh, terutama saat hujan deras turun. Hujan membuat lubang-lubang besar dan cukup dalam itu tergenang air dan tak terlihat.
"Jatuh pernah. Pasti. Biasanya kalau habis hujan, pas hujan, anak-anak muda itu banter, nggak kelihatan lubangnya, terus jatuh," katanya.
Jalan berlubang yang ditambal warga dengan batok kelapa di Kertomenanggal Surabaya. (Foto: Anastasia Trifena/detikJatim) |
Terbaru sekitar dua hari lalu, Selasa (10/2/2026) sempat ada mobil yang mengalami kerusakan setelah menghantam lubang tersebut.
"Ini kalau hujan, mobil juga banyak bempernya kena. Saking dalamnya. Kemarin ada mobil, radiatornya sampai rusak. Mogok," tambahnya.
Tak hanya menaruh batok kelapa, Zainul juga kerap mengarahkan pengendara agar menghindari lubang itu, terutama saat genangan air menutupi permukaan jalan.
"Kadang kalau hujan sampai banjir tak arahkan 'kanan kiri'. Kalau orang sering lewat sini si hafal (letak lubangnya). Kalau orang baru (lewat) itu kan kasian," ujarnya.
Andri, tukang tambal ban yang juga mangkal di sekitar lokasi membenarkan bahwa lubang jalan itu kerap membuat pengendara motor terjatuh, terutama saat malam hari atau ketika jalan tergenang air.
"Sering jatuh ya sering. Cuma rata-rata yang jatuh langsung berdiri. Yang sering lewat sini ae sek kejeglong (terperosok), padahal sering lewat. Apalagi kalau malam pas gelap. Tambah bahaya," kata Andri.
Menurutnya, pengendara biasanya tidak menyadari adanya lubang karena tertutup air ataupun gelap saat malam tiba. Kondisi itu membuat pengendara mendadak mengerem hingga akhirnya kehilangan keseimbangan.
Setiap malam saat jalan sepi pengendara, Zainul bersama Andri maupun Wati (pedagang kelapa) bergantian menutup lubang dengan batok kelapa maupun kerikil-kerikil kecil yang ditemui sepanjang jalan. Baginya, menaruh batok kelapa di lubang jalan itu hanyalah bentuk inisiatif kecil demi keselamatan bersama.
Ia berharap pengguna jalan lain juga memiliki kepedulian yang sama. Mengingat perbaikan jalan memang membutuhkan prosedur yang cukup panjang, karena itu dia memilih berinisiatif terlebih dahulu agar lubang tidak semakin membahayakan.
"Sebenernya kita nggak harus njagakno duwuran. Soale kan duwuran gae prosedur, 'gini-gini', pasti akan lama. Yo wes sadar diri lah sebagai masyarakat, wong digawe wong akeh dalane (sebenarnya kita nggak harus menjagakan pemerintah. Soalnya kan pasti ada prosedur yang memakan waktu lama. Sebagai masyarakat sadar diri aja. Jalan ini juga dipakai bersama)," pungkas Zainul.


