Cuaca Buruk Diprediksi Hantui Transportasi Laut hingga Lebaran 2026

Cuaca Buruk Diprediksi Hantui Transportasi Laut hingga Lebaran 2026

Praditya Fauzi Rahman - detikJatim
Selasa, 10 Mar 2026 21:30 WIB
Penumpang turun dari Kapal Motor (KM) Gunung Dempo di Dermaga Jamrud Utara, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (30/3/2024). Sebanyak 2.327 penumpang KM Gunung Dempo turun di pelabuhan tersebut dan diprediksi puncak arus mudik moda angkutan laut di pelabuhan tersebut terjadi pada H-4 Lebaran 2024. ANTARA FOTO/Didik Suhartono/foc.
Dermaga Jamrud Utara, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya (Foto: ANTARA FOTO/Didik Suhartono)
Surabaya -

Cuaca ekstrem diprediksi akan menghantui pengguna transportasi laut selama arus mudik hingga Lebaran. Sejumlah antisipasi kini disiapkan Pelindo untuk mengantisipasi cuaca buruk yang akan melanda.

Executive Director 3 Pelindo Regional 3 Daru Wicaksono Julianto memastikan kesiapan layanan kepelabuhan dalam menghadapi arus mudik Hari Raya Idul Fitri 1447 H 2026.

Ia menyebut ada 21 Terminal penumpang di wilayah kerja Pelindo Regional 3 yang telah disiagakan. Hal tersebut untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik melalui jalur laut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pelindo Regional 3 telah menyiapkan 21 terminal penumpang di berbagai pelabuhan untuk menyambut lonjakan penumpang selama arus mudik Lebaran 2026," kata Daru dalam keterangannya, Selasa (10/3/2026).

Daru menerangkan pihaknya telah melakukan berbagai persiapan kelancaran, keamanan, hingga kenyamanan para pengguna jasa pelabuhan selama periode angkutan Lebaran. Terutama pada terminal terminal utama yang selalu dipadati pemudik seperti Tanjung Perak, Tanjung Emas, Kumai, Sampit dan Batulicin.

ADVERTISEMENT

"Berbagai aspek kami pastikan dalam kondisi siap, mulai dari fasilitas terminal, sistem operasional, hingga penguatan koordinasi dengan para pemangku kepentingan," ujarnya.

Ia menegaskan sejumlah langkah strategis telah dilakukan, diantaranya meningkatkan kesiapan fasilitas terminal penumpang, optimalisasi alur kedatangan dan keberangkatan, sampai penguatan sistem keamanan dan keselamatan di area pelabuhan.

Menurutnya, koordinasi dengan instansi terkait seperti KSOP, operator kapal, Tni/Polri, serta stakeholder lainnya kian ditingkatkan selama periode Lebaran 2026.

"Kami sebelumnya telah berhasil melewati arus mudik nataru 2026 beberapa bulan yang lalu dengan baik, ini menjadi acuan kami untuk bisa terus memberikan layanan terbaik bagi para pemudik pada arus mudik tahun ini, layanan prima adalah hal mutlak bagi seluruh terminal penumpang di cabang Pelindo Regioanal 3", imbuhnya.

Ia berharap arus mudik dan arus balik Lebaran tahun 2026 dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Sekaligus memberikan kenyamanan bagi para pemudik yang melakukan perjalanan melalui pelabuhan di wilayah Regional 3.

Sementara itu, untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem, mitigasi banjir rob di wilayah pesisir disiagakan. Terutama di kawasan Kalimas Surabaya.

Sub Regional Head Jawa PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Purwanto Wahyu Widodo menuturkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi cuaca buruk dan gelombang tinggi di wilayah perairan Jatim sebagaimana peringatan dini yang dikeluarkan oleh BMKG tengah ditingkatkan. Sebab, berdasarkan informasi BMKG, potensi gelombang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter hingga 2,5 sampai 4 meter berpeluang terjadi di sejumlah wilayah perairan Jatim pada periode 7 Maret 2026 hingga 10 Maret 2026.

Sebagai langkah antisipasi terhadap dampak cuaca ekstrem tersebut, khususnya potensi banjir rob di kawasan Pelabuhan Kalimas, Purwanto menyatakan telah membangun fasilitas Rumah Pompa Kalimas yang dilengkapi dengan dua unit pompa banjir dengan kapasitas masing-masing 0,5 meter kubik per detik. Dengan begitu, kelancaran aktivitas operasional di area pelabuhan, khususnya kegiatan bongkar muat di kawasan Kalimas dapat terjaga.

"Rumah pompa ini kami bangun sebagai upaya mitigasi terhadap banjir rob yang sebelumnya cukup sering terjadi di kawasan Kalimas. Dengan adanya dua unit pompa berkapasitas masing-masing 0,5 meter kubik per detik, diharapkan genangan air dapat segera teratasi sehingga aktivitas bongkar muat dan mobilitas di area pelabuhan dapat tetap berjalan lancar," tuturnya.

Sebelum adanya fasilitas rumah pompa tersebut, banjir rob kerap menggenangi Jalan Kalimas setelah Gate Kalimas serta sebagian area Dermaga Kalimas. Kondisi ini, lanjut Purwanto, dinilai berpotensi mengganggu kelancaran aktivitas operasional maupun mobilitas kendaraan di kawasan pelabuhan.

Ia berharap genangan air tidak lagi terjadi di jalan maupun dermaga Kalimas usai rumah pompa dioperasionalkan. Sehingga operasional pelabuhan tetap dapat berlangsung secara optimal meskipun terjadi kenaikan muka air laut akibat cuaca ekstrem.

Hal senada disampaikan Branch Manager Kalimas Subholding Pelindo Multi Terminal Ana Adiliya. Menurutnya, langkah preventif lainnya untuk infrastruktur penanganan banjir dilakukan, mulai pembersihan saluran air di kawasan Kalimas yang telah dilaksanakan pada 11 hingga 28 Februari 2026.

"Kami terus melakukan pemantauan terhadap kondisi lingkungan pelabuhan serta memastikan seluruh fasilitas pendukung, termasuk rumah pompa dan saluran drainase, dapat berfungsi dengan baik," jelasnya.

Ia menambahkan berbagai langkah antisipasi tersebut dilakukan untuk memastikan kegiatan operasional di Pelabuhan Kalimas tetap berjalan dengan aman dan lancar meskipun terdapat potensi cuaca buruk. Ia berharap aktivitas bongkar muat dan mobilitas kendaraan di kawasan Pelabuhan Kalimas tetap dapat berjalan secara optimal sembari terus memantau perkembangan informasi cuaca dari BMKG serta meningkatkan koordinasi internal untuk kesiapan fasilitas dan operasional pelabuhan.

Ia mengimbau kepada seluruh pengguna jasa pelabuhan serta para pelaku aktivitas pelayaran untuk selalu memperhatikan perkembangan informasi cuaca dan peringatan dini yang dikeluarkan oleh BMKG guna menjaga keselamatan pelayaran. Dengan berbagai langkah mitigasi yang telah disiapkan, Pelindo optimis potensi cuaca buruk tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap pelayanan operasional di kawasan pelabuhan.

"Kami terus memonitor perkembangan cuaca dan informasi dari BMKG. Seluruh langkah antisipasi telah kami siapkan agar kegiatan operasional pelabuhan tetap berjalan dengan aman dan lancar," tutupnya.



(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads