Banjir akibat luapan Bengawan Jero di Lamongan belum juga surut meski sudah berlangsung lebih dari 3 bulan. Kondisi ini membuat jalan desa menjadi licin. Warga punya cara agar jalan tidak membahayakan pengguna jalan.
Salah satu desa yang masih terendam banjir akibat luapan Bengawan Jero itu adalah Dusun Gendol, Desa Gempolpendowo, Kecamatan Glagah. Di dusun ini, jalan beton desa yang selama ini menjadi akses utama warga untuk beraktivitas masih terendam air.
Genangan yang berlangsung lama membuat permukaan jalan ditumbuhi lumut, sehingga jalan pun menjadi licin. Hal ini membuat aktivitas warga semakin sulit, bahkan membahayakan keselamatan saat melintasi jalan desa yang licin tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kondisi jalan sudah sangat licin karena terlalu lama terendam air banjir," kata salah seorang warga desa, Sutono kepada wartawan, Senin (9/3/2026).
Untuk mengurangi risiko terpeleset, warga secara swadaya mengambil inisiatif memasang waring atau jaring yang biasanya dipakai warga untuk ikan. Waring-waring tersebut digelar begitu saja tanpa dijahit di sepanjang jalan yang terendam air. Dengan cara ini, kelicinan jalan bisa dikurangi saat dipijak atau dicengkram ban kendaraan bermotor.
"Pemasangan waring ini dilakukan karena kondisi jalan semakin berbahaya setelah lama terendam banjir," ujarnya.
Sutono mengaku, pemasangan jaring tersebut dilakukan karena kondisi jalan semakin berbahaya setelah lama terendam banjir.
"Kondisi jalan sudah sangat licin karena terlalu lama terendam. Kami pasang jaring ini secara mandiri supaya warga yang lewat, terutama yang membawa barang atau anak-anak, tidak terpeleset," ungkapnya.
Selain kesulitan beraktivitas di jalan desa, warga juga harus menghadapi air yang merembes masuk ke rumah. Sebagian warga terpaksa menggunakan pompa pribadi untuk menguras genangan.
Banjir berkepanjangan juga berdampak besar terhadap ekonomi warga. Sektor pertanian dan tambak yang menjadi sumber penghasilan utama lumpuh karena terendam air selama berbulan-bulan.
Warga berharap banjir segera surut sebelum Idul Fitri agar mereka bisa kembali beraktivitas normal tanpa khawatir terpeleset saat melintasi jalan desa yang masih tergenang.
"Susah semua. Bulan puasa masih banjir, sekarang sudah mendekati Lebaran. Panen juga gagal karena tambak dan sawah terendam. Harapannya semoga banjir cepat surut," imbuhnya.
