Harga kurma di Pasar Tanjung Jember, melonjak tajam. Kenaikan harga ini dipicu menipisnya ketersediaan kurma, dikarenakan konflik militer di kawasan Timur Tengah yang mengganggu jalur distribusi buah khas padang pasir tersebut.
Kondisi ini terpantau di Toko Alwi, salah satu pusat oleh-oleh haji dan umrah terbesar di Pasar Tanjung. Stok kurma di etalase toko ini tampak menipis karena pengiriman barang terhenti sejak sepekan terakhir.
"Harga kurma sekarang tidak stabil. Karena di Timur Tengah terjadi konflik, ada pengurangan jumlah pengiriman," kata Admin Toko Alwi, Marisa, saat ditemui di lokasi, Senin (9/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Marisa menjelaskan, tingginya permintaan kurma selama bulan Ramadan tidak sebanding dengan ketersediaan barang. Ini memicu harga kurma naik hingga dua kali lipat atau 100 persen.
"Biasanya harganya Rp 250 ribu per karton, sekarang naik jadi Rp 400 ribu," ujarnya.
Kata dia, jenis kurma yang paling sulit dicari adalah kurma Mesir. Pasalnya, kurma ini menjadi primadona pembeli selama bulan puasa karena ukurannya yang besar namun harganya relatif terjangkau.
"Paling banyak diburu kurma jenis Mesir karena harganya standar dan bentuknya lumayan besar. Kalau harga normal Rp 225 ribu hingga Rp 230 ribu, tapi sekarang tembus Rp 400 ribu per karton," paparnya.
Menurut Marisa, kurma jenis ini sudah dua minggu tidak masuk ke tokonya. Adanya eskalasi militer di Timur Tengah dikhawatirkan bakal membuat barang semakin lama sampai ke tangan pedagang.
"Mau tidak mau kami harus menerima dan menyesuaikan dengan barang yang ada saja," tambahnya.
Lonjakan permintaan tahun ini, kata dia, bukan hanya datang dari masyarakat umum untuk takjil. Kurma kini juga banyak diserap oleh dapur sehat program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Buat MBG, terus buat takjil. Sebetulnya permintaan banyak, cuma pasokannya tidak ada," ungkapnya.
Kendati harga melambung, antusiasme warga tidak surut. Fawaid, pembeli asal Kecamatan Sukowono, tetap memborong 12 karton kurma di Toko Alwi. Dia menyebut kurma adalah hidangan wajib untuk jemaah di masjidnya saat peringatan Nuzulul Qur'an.
"Biar jemaah senang saja, kan jarang-jarang bawa kurma. Alhamdulillah setiap peringatan Nuzulul Qur'an selalu seperti ini (bagi-bagi kurma)," tandasnya.
(auh/hil)
