Kota Batu sebagai jujugan wisatawan, diprediksi akan dikunjungi sekitar 1,1 juta pelancong selama libur Lebaran. Sebagai langkah antisipasi, pihak kepolisian telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan ketika terjadi kepadatan arus.
Kasat Lantas Polres Batu AKP Kevin Ibrahim mengatakan, pola-pola manajemen lalu lintas yang disiapkan untuk menghadapi lonjakan volume kendaraan pada libur Lebaran 2026 tidak jauh berbeda dengan tahun lalu. Mulai dari pemantauan arus keluar masuk Kota Batu menggunakan CCTV dan Google Maps.
"Selain pemantauan secara langsung, kami juga sudah memetakan titik-titik macet. Ketika terjadi kemacetan pada titik tertentu, petugas yang sudah disiagakan akan terjun ke lokasi untuk melakukan penguraian langsung," kata Kevin kepada detikJatim, Minggu (8/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selain pengaturan secara manual oleh petugas, kami juga akan menerapkan sistem penguraian kemacetan dengan melakukan percepatan atau perlambatan waktu traffic light. Dengan traffic light di flashing, arus lalu lintas yang mengular bisa terurai pada titik tertentu," sambungnya.
Ketika terjadi peningkatan volume kendaraan cukup drastis hingga berpotensi kemacetan parah, ada dua skema rekayasa lalu lintas yang telah disiapkan Satlantas Polres Batu. Dua skema rekayasa lalu lintas yang dimaksud adalah sistem pasang surut dan one way.
Sistem pasang surut adalah pengaturan rekayasa lalu lintas dengan pola dua naik dan satu turun mulai pertigaan Pendem-simpang tiga Jalan Dewi Sartika. Artinya, jalur yang sebelumnya seimbang dua naik dan dua turun akan dirubah menjadi tiga naik dan satu turun.
Sedangkan sistem one way akan diberlakukan ketika pasang surut sudah dilakukan tapi belum berhasil mengurai kepadatan lalu lintas karena peningkatan volume kendaraan. Sistem one way atau satu arah ini diberlakukan dari arah Malang maupun Surabaya.
Di mana, kendaraan yang mau melewati Pertigaan Pendem akan diarahkan melalui Jalan Ir Soekarno. Sebagai informasi, Pertigaan Pendem adalah jalur pertemuan wisatawan dari arah Surabaya ke Kota Batu atau dari Kota Malang menuju Kota Batu dan sebaliknya.
Saat one way diberlakukan, untuk kendaraan dari Kota Batu yang hendak ke Jalan Ir Soekarno akan dibelokkan melalui jalur alternatif. Bagi pengendara dari Kota Batu ke Surabaya dilewatkan jalur alternatif Jalan Wukir samping Batos. Jika pengendara dari Kota Batu menuju Kota Malang bisa melalui Jalan Oro-oro Ombo.
"Penerapan skema rekayasa lalu lintas ini tidak jauh berbeda dengan tahun baru lalu. Sebab, skema pada saat natal dan tahun baru sudah dinilai efektif untuk mengurai kemacetan di Kota Batu saat kunjungan wisatawan tinggi," tutup Kevin.
(auh/hil)











































